Padang Savana di Konawe Rawan Kebakaran, Potensinya Api Bisa Sampai ke Konsel

0

UNAAHA, Musim kemarau yang terjadi dalam 2 bulan terakhir ini menjadi isu sentral nasional. Salah satunya di daerah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara status hutannya juga berstatus waspada.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Perencanaan dan Pengamatan Hutan (PPH) KPHL Laiwoi Konawe Rosmin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/9/2019).

“Ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami kebakaran. Sedikit saja ada titik api bisa membesar menjalar membakar hutan. Salah satunya padang savana di Desa Unggulino dan Tetewatu Kecamatan Puriala,”paparnya.

Ia mengatakan, di daearah tersebut sangat rawan terjadi kebakaran karena kondisi hutan sebagian besar ditumbuhi padang ilalang yang sudah mengering. Sehingga rentan terbakar.

Keprihatinan ini, kata dia, pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya dan sangat merepotkan petugas dan masyarakat setempat dalam memadamkan api.

“Kami sudah beberapa kali turun di lapangan mengecek kondisi hutan tersebut. Dan saat ini dua orang petugas lapangan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak melepas api dalam skala apapun itu,” tuturnya.

Masyarakat juga terus diimbau, supaya mengurangi aktivitas pertanian, perkebunan serta pengembalaan ternak menggunakan media api dalam membersihkan lahannya.
Karena kerap penyebabnya atas kegiatan masyarakat itu sendiri, seperti yang membuka usaha pertanian jangka pendek.

Bahwa petani banyak mimilih membuka hutan menjadi lahan pertanian (land clearing) dengan cara membakar karena dengan cara itu biayanya lebih kecil.

BACA JUGA :  Ada Sabotase pada Perekrutan TKL di Morosi, Wabup: Kita Lawan

Sedangkan bagi peternak sapi, kata dia, kerap sengaja membakar padang ilalang di musim kemarau seperti ini supaya terjadi peremajaan rumput untuk kepentingan pengembalaannya.

Menurutnya, meski padang savana ini tidak berdekatan dengan pemukiman warga. Tetapi kawasan tersebut terhubung dengan kawan hutan lindung rawa aopa watu mohai Kecamatan Angata, Konsel. Sehingga potensi kebakarannya bisa sampai ke daerah itu.

“Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Laiwoi Kabupaten Konawe mendeteksi adanya potensi kebakaran hutan KHPL lintas daerah masih terus melakukan koordinasi yang intensif menjaga situasi aman tetap aman dan kondusif,” terangnya.

Ia berpendapat, selain Puriala bahwa Kecamatan Asinua juga berpotensi terjadi kebakaran . Karena memiliki spot lahan savana.

Ia tidak menyebutkan luas lahan savana itu. Namun secara persentase kawasan hutan yang menjadi tanggungjawab pemantauannya yakni 139.882.62 hektare dengan masing-masing 96.255.00 hektare hutan lindung (HL), 7.990.95 hektare kawasan hutan produksi (HP) dan 35.636.73 hektare kawasan hutan produksi terbatas (HPT) .

“Kalau untuk kebakaran hutan. Sebetulnya sudah ada beberapa kejadian dalam beberpaa minggu terakhir ini. Tapi kebakaran itu skalanya kecil karena cepat ditangani oleh petugas dan masyarakat setempat,”jelansya. (Red***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here