
Tirawuta, Sultraheadline.com. Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menciptakan rasa keadilan terhadap seluruh masyarakatnya terus dilakukan, diantaranya dengan membantu pembangunan Gereja Kibaid Jemaat Tinondo.
Dalam proses pembangunan Gereja Kibaid Jemaat Tinondo, hadir secara lansung PJ Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis SH, yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja tersebut. Digelar pada pada Jumat (7/10/2022) di Desa Lamunde Kecamatan Tinondo.
PJ Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis SH hadir dalam kesempatan itu didampingi Ketua Sinode Gereja Kibaid Pendeta Yulianus Tandirerung M Div.
Selain meletakkan batu pertama, PJ Bupati juga menandatangani prasasti pembangunan gereja ini. Turut hadir Asisten 2 Setda Koltim Hamsir Majid dan sejumlah pimpinan OPD dan bagian.

Dalam kesempatan itu, PJ Bupati Koltim Abdul Azis dalam sambutannya mengatakan, bahwa atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya proses pembangunan gereja ini.
“Kami mengapresiasi pembangunan sarana ibadah ini. Dengan berdirinya Gereja Kibaid Jemaat Tinondo akan dapat memfasilitasi para jemaat untuk melaksanakan ibadahnya,” tuturnya.
Dikatakan, bahwa Pemda membuka diri terkait dengan urusan pelayanan masyarakat, termasuk dalam urusan keagamaan. Sehingga ia menyarankan kepada pengurus pembangunan gereja tersebut untuk dapat berkonsultasi kepada Pemda melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Koltim, manakalah terdapat kendala dalam pembangunan gereja ini.
“Saya mengajak kepada kita semua untuk dapat menjadikan Koltim sebagai rumah bersama kita. Masyarakat Koltim di dalamnya itu plural, banyak agama maupun suku etnis. Namun jangan dengan hal itu membuat kita merasa berbeda, karena saya selalu menganggap bahwa rakyat itu satu yakni masyarakat Koltim tanpa sekat dan golongan,” ujarnya.
Ia berpendapat, untuk mendukung kemajuan Koltim yang lebih baik, maka diperlukan perubahan pola fikir. Salah satunya tentang pola fikir lama tentang perbedaan itu. Karena seharusnya keragaman itu menjadi ciri khas daerah Koltim untuk menuju masyarakat yang majemuk.

“Perbedaan adalah hal biasa yang tidak boleh ada sikap membeda-bedakan dengan siapa saja. Kami berkomitmen jika Bupati Koltim bukan hanya satu ras, golongan, agama dan kelompok. Tapi Bupati Koltim adalah milik semua masyarakat Koltim. Olehnya dengan kegiatan ini akan menjadi momentum untuk kita semua , untuk dapat saling menyayangi dan menghargai sesama warga Koltim,” terangnya.
Ditempat yang sama, Pendeta Yulianus Tandirerung menyampaikan, jika impian pembangunan Gereja Kibaid (Kerapatan Injil Bangsa Indonesia) akan segera terwujud berkat dukungan Pemda Koltim.
“Jumlah kami masih sangat sedikit disini, tapi tujuan kami hadir untuk membantu kehidupan di Koltim menjadi lebih baik yang dimulai dari rohani para anggota. Kalau rohaninya bagus maka pribadi jemaat akan sangat bagus dalam membantu Pemda membangun Koltim sesuai dengan peran dan kapasitasnya,” tuturnya.
Ia mengaku, mewakili jemaat merasa sangat bersyukur atas kehadiran Pemda Koltim dalam pembangunan gereja ini. Bahwa para jemaat pula merasa bangga, lajutnya, karena dapat menjadi bagian penghuni dari daerah rumah Koltim.
“Meskipun jumlah kami sangat sedikit, tetapi Pemda Koltim tidak mendiskriminatif, justru Pemda Koltim sangat mendukung kami. Dengan pembangunan gereja ini, pelayanan kami di bidang keagamaan kepada para jemaat akan semakin baik . Dan kami berkomitmen (pemimpin dan jemaat gereja) akan mendukung seluruh program Pemda Koltim demi terwjudnya kejayaan daerah ini,” tutupnya.
Penulis : ibas

















