
UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi dengan meraih peringkat kedua dari 17 kabupaten/kota dalam penilaian aksi konvergensi percepatan penurunan stunting pada 2026.
Capaian ini diumumkan dalam kegiatan Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2027, yang di gelar di Kolaka, Rabu (5/5/2026). Dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.
Sebagaimana Surat Keputusan Nomor 100.3.3.1/16/Tahun 2026 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota, hasil penilaian itu diumumkan berdasarkan lima daerah kabupaten/ kota terbaik yaitu dimulai pada peringkat kelima diraih Kabupaten Buton Utara (skor 124), peringkat keempat Kabupaten Bombana (skor 125), peringkat ketiga Kota Baubau (skor 127), peringkat kedua Kabupaten Konawe (skor 128), dan peringkat pertama Kabupaten Kolaka (skor 130).
Penghargaan diserahkan langsung secara seremonial oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dan diterima masing-masing perwakilan daerah, sedangkan untuk Konawe diterima langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar, S.T.
Ditempat yang sama, Bupati Konawe Yusran Akbar mengaku, pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui pendekatan lintas sektor yang terintegrasi.
“Keberhasilan tersebut didukung oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat hingga tingkat desa, sehingga pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan optimal, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa dalam penilaian meliputi aspek perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta monitoring dan evaluasi. Adapun Kabupaten Konawe menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi, termasuk penguatan data, regulasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
Yusran mengatakan, pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja melalui inovasi program dan penguatan kualitas pelayanan guna mempercepat penurunan stunting.
“Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh daerah di Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” paparnya. (*)
Penulis : ibas












