
Tirawuta, Sultraheadline.com. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) harus turut serta berperan dalam pembangunan , baik di daerah maupun di tingkat nasional. Hal itu disampaikan Plt Bupati Koltim Abd Azis SH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Koltim Andi Muh Iqbal Tongasa S.STP MSi, pada acara peringatan HUT DWP ke-23 Tahun 2022 tingkat Kabupaten Koltim yang di Aula Pemda Koltim, Selasa, (13/12/2022).
Turut hadir dalam kegiatan ini, selain Sekda Koltim didampingi Ketua DWP Koltim Murdiana Iqbal SKM MM, juga hadir Kepala BPD Sultra Unit Koltim, Danramil 1412 Tirawuta, serta Kepala OPD Lingkup Pemda Koltim.
Dalam sambutqn tertulis bupati, ia berpesan supaya DWP Koltim harus tampil dengan sesuai tema kegiatannya pada HUT tahun ini yakni”Membangun Perempuan Cerdas Untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital” .

Dikatakannya, DWP merupakan lembaga yang menaungi para istri Aparatur Negeri Sipil (ASN) lingkup setempat, dimana, kata dia, peran istri ASN dalam wadah DWP ini sangat penting , selain sebagai pendamping dan pendukung karir suami di birokrasi. Juga berperan strategis dalam pemberdayaan perempuan di lingkungan organisasi pemerintahan.
“DWP sebagai organisasi yang menghimpun dan membina istri-istri ASN (Aparatur Sipil Negara), memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Dan selama ini DWP sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia, telah berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional, potensi DWP menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan untuk memberikan kontribusi penuh dalam menyukseskan program pemerintah,” tuturnya.

Selain DWP kata dia, banyak organisasi-organisasi lainnya yang juga mempunyai visi dan misi yang hampir sama. Untuk itu ia berharap DWP Koltim bisa bersinergi dengan organisasi lain yang ada. Sebab, DWP perlu terus mengembangkan diri sehingga nantinya mampu menjadi wadah berhimpunnya perempuan untuk menggali potensi diri dan meningkatkan kapasitas sumber daya anggotanya sebagai mana tema dari HUT DWP kali ini.
Bahwa perlu disadari, lanjutnya, bahwa istri ASN merupakan bagian dari komponen bangsa Indonesia yang berkewajiban untuk menyukseskan tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara merata serta berkeseimbangan antara material dan spiritual.
“Kewajiban tersebut akan berhasil jika para istri pegawai ASN mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi tuntutan dan tantangan serta perubahan diberbagai bidang kehidupan di Negara kita maupun dalam menghadapi era globalisasi,” terangnya.
Penulis : ibas

















