banner 728x250

Wabup Syamsul: Usul Pembangunan Harus Kebutuhan Riil, Bukan Keinginan

banner 120x600
banner 468x60
Pemkab Konawe saat menggelar Musrenbang tingkat kecamatan untuk menyusun RKPD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2027, dipimpin Wakil Bupati Konawe H Syamsul Ibrahim Pada Senin (19/1/2026), bertempat di salah satu pusat pertemuan di Unaaha.

UNAAHA,SULTRA HEADLINE.COM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara di bawah nakhoda Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, terus melakukan langkah-langkah progresif dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Sebagai bagian dari siklus tahunan pembangunan, Pemkab Konawe menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini menjadi krusial karena merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan publik dan alokasi anggaran daerah di masa depan.

Pada Senin (19/1/2026), bertempat di salah satu pusat pertemuan di Unaaha, pemerintah daerah melakukan sebuah terobosan administratif dengan menyelenggarakan Musrenbang secara gabungan. Sebanyak empat kecamatan utama—yakin Kecamatan Uepai, Kecamatan Unaaha, Kecamatan Anggaberi, dan Kecamatan Konawe—duduk bersama dalam satu forum besar. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah strategi efisiensi birokrasi untuk menyelaraskan usulan pembangunan antarwilayah yang saling berdekatan.

banner 325x300

Strategi Efisiensi dan Target Percepatan

Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pola Musrenbang gabungan ini merupakan jawaban atas tuntutan kerja cepat yang diinginkan masyarakat. Dengan menggabungkan beberapa kecamatan, koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan para pemangku kepentingan di kecamatan menjadi lebih ringkas dan terintegrasi.

“Kami tidak ingin lagi perencanaan pembangunan berjalan lambat karena prosedur yang terpisah-pisah. Melalui Musrenbang gabungan ini, kita bisa melihat konektivitas antar-kecamatan secara langsung. Jika satu wilayah mengusulkan pembangunan jalan, wilayah tetangganya bisa langsung menyesuaikan agar tercipta integrasi infrastruktur yang menyambung,” jelas Syamsul Ibrahim.

Pemkab Konawe menargetkan seluruh tahapan Musrenbang di tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Konawe dapat rampung sepenuhnya pada bulan Februari 2026. Percepatan ini bertujuan agar dokumen RKPD 2027 dapat segera diajukan ke tingkat provinsi dan pusat lebih awal, sehingga peluang mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) menjadi lebih besar karena kesiapan dokumen yang lebih matang.

Filosofi Kebutuhan Riil vs Daftar Keinginan

Pesan paling kuat yang disampaikan oleh Wakil Bupati dalam forum tersebut adalah mengenai kualitas usulan. Ia menegaskan agar desa, kelurahan, dan kecamatan berhenti menyusun usulan yang hanya berupa “daftar keinginan” yang tidak memiliki urgensi nyata. Sebaliknya, pemerintah menuntut usulan yang berbasis pada “kebutuhan riil” masyarakat di lapangan.

“Kita harus jujur melihat apa yang benar-benar mendesak. Apakah itu peningkatan akses air bersih, perbaikan jembatan produksi, atau penguatan sarana kesehatan dasar? Yang dibutuhkan masyarakat itulah yang harus diusulkan dan diperjuangkan mati-matian agar bisa direalisasikan dalam program pembangunan. Kita harus berhenti mengusulkan sesuatu hanya karena terlihat bagus di atas kertas, tapi manfaatnya tidak menyentuh akar rumput,” tegas Syamsul dengan nada lugas.

Sinergi Top-Down dan Bottom-Up

Syamsul Ibrahim juga mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga kepala dinas, untuk memadukan pendekatan top-down (kebijakan strategis bupati) dan bottom-up (aspirasi warga desa). Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama untuk menghindari program yang tumpang tindih atau tidak tepat sasaran.

Beliau menutup arahannya dengan sebuah pesan moral bagi seluruh aparatur pemerintah daerah. “Letakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya. Pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari fisik bangunan yang megah, tetapi dari seberapa besar dampak kesejahteraan yang dirasakan warga. Perencanaan yang baik selalu lahir dari niat yang tulus untuk mengabdi pada daerah,” pungkasnya.

Dengan dimulainya Musrenbang gabungan ini, Kabupaten Konawe optimis dapat melahirkan dokumen RKPD 2027 yang lebih berkualitas, transparan, dan mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan menuju Konawe yang lebih sejahtera dan mandiri. (pariwara)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.