
KONAWE, SULTRA HEADLINE.CO. Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara kembali mencatatkan langkah strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Setelah sukses memperkuat sektor agraris, kini fokus beralih ke wilayah pesisir melalui proyek ambisius Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang terletak di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia. Proyek yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan transformasi ekosistem kelautan yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal.
Pembangunan kawasan terintegrasi ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 100 titik di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025. Hingga awal tahun 2026, kemajuan fisik di Desa Sorue Jaya telah memasuki tahap akhir (finishing) dan bersiap untuk dioperasikan secara penuh pada kuartal pertama tahun ini.

Fasilitas Terintegrasi dan Modernisasi Sektor Perikanan
KNMP Sorue Jaya dirancang sebagai pusat ekonomi maritim yang mandiri. Kawasan ini dilengkapi dengan 26 bangunan utama yang mencakup seluruh rantai nilai perikanan. Fasilitas tersebut meliputi kantor pengelola, gedung kuliner untuk pemberdayaan ekonomi kreatif, cold storage (gudang pendingin), hingga pabrik es guna menjaga kualitas tangkapan nelayan.
Selain itu, aspek teknis juga sangat diperhatikan dengan adanya penyediaan docking kapal, bengkel mesin, serta shelter khusus untuk perbaikan jaring. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI, Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif, saat meninjau lokasi pada Jumat (2/1/2026), menyatakan kekagumannya atas progres fisik yang telah dicapai.
“Konstruksi fisik sudah berada pada level yang sangat baik. Fokus kami sekarang adalah memastikan seluruh sarana rantai dingin (cold chain) berfungsi optimal. Kita ingin aktivitas perikanan di Konawe memiliki nilai tambah yang tinggi bagi nelayan kecil,” tegas Lotharia Latif di hadapan pengurus koperasi dan pemerintah daerah.

Dukungan Armada dan Digitalisasi e-Nelayan
Tidak hanya bangunan fisik, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah menyiapkan bantuan operasional besar-besaran yang akan diserahkan saat peresmian. Bantuan ini mencakup:
Armada Tangkap: 10 unit kapal motor 3 GT dan 2 unit kapal 30 GT dengan alat tangkap modern.
Sarana Pendukung: 20 mesin ketinting, 60 set alat pancing rawai, serta 1 unit mobil rantai dingin kapasitas 2 ton.
Lebih jauh, KNMP Sorue Jaya akan menjadi pionir dalam penerapan digitalisasi nelayan melalui aplikasi e-Nelayan. Sistem ini memungkinkan pencatatan hasil tangkapan secara transparan, akses informasi harga pasar terkini, hingga panduan cuaca secara real-time, sehingga nelayan dapat melaut dengan lebih efektif dan aman.

Sinergi Pemerintah dan Peningkatan Infrastruktur
Keberhasilan megaproyek ini sangat bergantung pada aksesibilitas. Menanggapi catatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengenai kondisi jalan, Bupati Konawe Yusran Akbar menyatakan komitmennya untuk melakukan akselerasi perbaikan jalan poros Soropia–Sorue.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi distribusi hasil laut. Kami segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar konektivitas menuju KNMP tidak menjadi kendala bagi mobilitas ekonomi masyarakat,” ujar Yusran Akbar.
Ketua Koperasi Merah Putih, Musyair, menambahkan bahwa saat ini sudah ada tujuh desa pesisir yang siap terlibat aktif dalam ekosistem KNMP. Dengan keterlibatan langsung sekitar 500 nelayan dan potensi serapan hingga 3.000 pekerja di sektor pengolahan serta jasa, KNMP diharapkan menjadi model kampung nelayan modern yang paling maju di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan di wilayah pesisir dan menjadikan Konawe sebagai poros maritim yang tangguh di Indonesia Timur. (pariwara)












