
UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara tahun 2026 menjadi catatan sejarah penting bagi perjalanan daerah berjuluk “Lumbung Beras Sultra” ini. Dalam Rapat Paripurna DPRD Konawe yang berlangsung khidmat di Gedung H. Abdul Samad, Selasa (3/3/2026), Bupati Konawe H. Yusran Akbar memaparkan capaian strategis yang menunjukkan bahwa daerah ini tengah berada dalam masa keemasan pembangunannya.
Bupati menegaskan bahwa lonjakan performa daerah yang sangat impresif ini bukanlah sebuah kebetulan semata atau sekadar kelanjutan rutinitas administratif yang bersifat formalitas. Sebaliknya, keberhasilan ini merupakan buah dari konsolidasi arah kebijakan yang tajam, penataan prioritas pembangunan yang berpihak pada rakyat, serta sinergi kolektif yang solid antara jajaran eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat.

Dominasi Ekonomi di Tingkat Regional
Indikator makro ekonomi menjadi sorotan utama yang memicu optimisme tinggi. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe tercatat mengalami lompatan luar biasa, dari 11,82 persen pada tahun 2024 naik menjadi 12,28 persen pada tahun 2025. Angka pertumbuhan dua digit ini menempatkan Konawe sebagai salah satu motor penggerak ekonomi tercepat di Sulawesi Tenggara.
Sektor-sektor vital seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa mencatat dinamika positif yang sangat signifikan. Menurut Bupati Yusran, angka ini bukan sekadar statistik hampa, melainkan cerminan dari meningkatnya denyut aktivitas usaha di pasar-pasar, perputaran modal di desa-desa, serta terbukanya lapangan kerja yang luas bagi pelaku UMKM. “Inilah dimensi berdaya saing dalam visi Konawe Bersahaja yang mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga,” ungkapnya.

Investasi Manusia: IPM dan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim juga memberikan perhatian besar pada investasi jangka panjang, yakni pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Konawe terus menanjak dari angka 74,50 menjadi 75,09. Kenaikan ini diikuti oleh meningkatnya Usia Harapan Hidup menjadi 73,04 tahun, yang merefleksikan keberhasilan program penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke pelosok wilayah.
Di sektor pendidikan, indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat menjadi 13,11 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik menjadi 9,80 tahun. Perbaikan kualitas pendidikan ini diimbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat, di mana pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp11,415 juta menjadi Rp11,763 juta per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan rumah tangga di Konawe secara umum mengalami perbaikan yang konsisten.

Sinergi Tokoh dan Visi “Konawe Bersahaja”
Upacara peringatan di halaman Kantor Bupati semakin semarak dengan hadirnya tokoh-tokoh besar, termasuk Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan sejumlah bupati dari kabupaten tetangga. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti kuatnya jejaring kepemimpinan Bupati Yusran Akbar di usia satu tahun masa baktinya.
Gubernur Andi Sumangerukka dalam amanatnya mengapresiasi kemajuan Konawe, namun tetap memberikan catatan agar pemerintah daerah tidak lengah dalam menghadapi tantangan inflasi dan ketahanan pangan global. Menanggapi hal tersebut, Bupati Yusran Akbar memastikan bahwa visi “Konawe Bersahaja”—Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan—akan terus menjadi kompas utama.
Melalui tema “Desa Tumbuh, Kota Berkembang, Masyarakat Sejahtera”, Pemkab Konawe berkomitmen untuk terus mempercepat pertumbuhan desa sebagai basis ekonomi utama, sembari memperkuat kawasan perkotaan sebagai pusat perdagangan yang modern. Di usia ke-66 ini, Konawe telah membuktikan dirinya bukan lagi sekadar penonton, melainkan pemain utama dalam panggung ekonomi Indonesia Timur. (paiwara)












