banner 728x250

Konawe Perkuat Ketahanan Pangan Nasional: Ribuan Ton Beras Mulai Membanjiri Sulawesi Utara

banner 120x600
banner 468x60
Kabupaten Konawe,Sulawesi Tenggara saat pengiriman besar-besaran komoditas beras ke luar daerah. Sebanyak 2.000 ton beras kualitas unggul asal Konawe resmi dilepas untuk menyuplai kebutuhan pangan di Provinsi Sulawesi Utara. pelepasan secara simbolis dipimpin Sekda Ferdinand Sapan di pelataran kantor bupati setempat, pada Senin (2/2/2026).

UNAAHA, Sultra Headline.com. Kabupaten Konawe,Sulawesi Tenggara kembali mengukuhkan posisinya sebagai “lumbung pangan” utama di wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah nyata ini dibuktikan dengan dimulainya pengiriman besar-besaran komoditas beras ke luar daerah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.000 ton beras kualitas unggul asal Konawe resmi dilepas untuk menyuplai kebutuhan pangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kegiatan seremonial pelepasan distribusi beras tersebut berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Konawe, Jalan Inolobunggadue, Kelurahan Puunaha, Kecamatan Unaaha, pada Senin (2/2/2026). Prosesi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Konawe. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bulog Kantor Cabang (KC) Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Konawe.

banner 325x300


Komitmen Distribusi Antarwilayah

Dalam sambutannya, Sekda Konawe Ferdinand memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi sektor pertanian daerahnya. Ia menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari misi besar untuk menjaga stabilitas stok pangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Pengiriman ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah bersama Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan dan pemerataan distribusi di seluruh pelosok Indonesia. Kerja sama ini telah berjalan berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang sangat strategis,” ujar Ferdinand di hadapan para undangan.

Pihak pemerintah daerah berharap, keberhasilan Konawe dalam menyuplai beras ke luar provinsi dapat memicu semangat para petani lokal untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka. Menurut Ferdinand, dukungan infrastruktur pertanian dan kebijakan yang pro-petani akan terus diperkuat demi mempertahankan status Konawe sebagai daerah surplus beras.

Lonjakan Produksi di Tahun 2025

Kapasitas ekspor antar-provinsi ini tidak datang tanpa alasan. Kepala Bulog KC Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Konawe mencatatkan sejarah baru dengan kenaikan produksi padi yang sangat signifikan.

“Berdasarkan data kami, terjadi peningkatan produksi beras sekitar 12% sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata nasional, sehingga memungkinkan bagi kami untuk menyalurkan kelebihan stok ini ke berbagai daerah yang membutuhkan melalui skema distribusi pangan nasional,” jelas Abdan.

Untuk Provinsi Sulawesi Utara sendiri, total beras yang direncanakan akan disuplai mencapai 7.000 ton. Namun, untuk menjaga kelancaran logistik, pengiriman dilakukan secara bertahap. Setelah pelepasan 2.000 ton pertama ini, sisanya akan diangkut secara periodik dalam beberapa pekan ke depan.

Target 15 Ribu Ton ke Indonesia Timur

Ambisi Bulog KC Unaaha tidak berhenti di Sulawesi Utara saja. Hingga akhir Februari 2026, Bulog menargetkan total penyaluran beras keluar wilayah mencapai 15.000 ton. Target distribusi ini mencakup wilayah-wilayah strategis seperti Maluku (Ambon), Papua, hingga Sulawesi Tengah.

Abdan menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia menyoroti pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dinas terkait, hingga keterlibatan TNI dalam mengawal masa tanam hingga panen raya. Sinergi ini diperlukan agar penyerapan gabah dari tangan petani dapat berjalan optimal dengan harga yang kompetitif, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah melimpahnya produksi.

Dengan pengiriman ini, Kabupaten Konawe membuktikan bahwa sektor agraris tetap menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian demi kemandirian pangan Indonesia yang lebih kokoh di masa depan. (pariwara)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.