
UNAAHA,SULTRAHEADLINE.COM.Ambruknya dinding bendung Ameroro yang di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, tentunya telah mencoreng dunia konstruksi Indonesia.
Sebab Proyek Strategi Nasional (PSN) senilai Rp.1,5 Triliun yang saat ini dikerjakan oleh PT. Hutama Karya diduga tidak sesuai spesifikasi. Untuk itu, pihak yang bertanggung jawab diminta untuk mengevaluasi ulang pekerjaan PT. Hutama Karya.
Ketua PMII Komisariat Unilaki, Muhammad Syahri Ramadhan yang dimintai konfirmasi mengenai hal ini, dengan tegas meminta pihak berwenang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor yang bertanggung jawab atas pembangunan Bendungan Ameroro.
“Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua proses dilakukan telah sesuau, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” jelasnya.
Selain itu, Ketua Komisariat ini juga berharap agar Pemerintah dan pihak terkait bekerja sama dengan kontraktor untuk memastikan bahwa pembangunan Bendungan Ameroro dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni pada akhir tahun 2023, dengan memperhatikan standar keselamatan yang lebih tinggi.
Dirinya juga menegaskan, Sebagai Social Control akan terus mengikuti perkembangan perbaikan setelah insiden ambruknya dinding bendungan ameroro.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, khususnya pemukiman warga yang dekat dengan bendungan. PMII Komisariat Unilaki juga siap untuk memberikan kontribusi positif dalam memastikan hal ini tercapai,” tutupnya.
Penulis: Dedy/SH












