banner 728x250

Wabup Konawe di Ritual Mosehe Wonua: Stop Anarkis, Dukung Investasi

banner 120x600
banner 468x60

UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Ritual Upacara adat Mosehe Wonua yang digelar di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, bukan sekadar ritual pensucian diri dan wilayah. Lebih dari itu, prosesi adat sakral budaya Tolaki ini menjadi ruang bersama untuk merawat persatuan, memperkuat ikatan sosial, serta menyatukan langkah seluruh elemen masyarakat dalam membangun masa depan Routa yang lebih baik. Kegiatan ini dilaksakan dilapangan Desa Lalomerui, pada Sabtu 07/02/2026.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi peletakan adat, pembacaan doa, serta penyematan pin adat Kalosara oleh Ketua LAT Konawe kepada Kepala Desa Lalomerui, yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Konawe dan seluruh tamu undangan, Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan adat sebagai bagian dari ritual Mosehe Wonua.

banner 325x300

Kehadiran Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, bersama tokoh adat, unsur DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, keluarga besar Tamalaki, hingga perwakilan perusahaan, mencerminkan satu pesan penting: Routa dibangun dengan kebersamaan, bukan dengan perpecahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe menegaskan bahwa Kecamatan Routa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Konawe. “Sejarah panjang pemekaran daerah menjadi bukti bahwa Konawe dibangun melalui proses kebersamaan, pertimbangan matang, dan pengorbanan banyak pihak.” Ujarnya.

Ia menyampaikan amanah dan salam dari Bupati Konawe yang berhalangan hadir karena tugas negara, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, pembangunan daerah khususnya di Routa tidak akan pernah berhasil tanpa kebersamaan seluruh elemen masyarakat, lintas suku, lintas kepentingan, dan lintas latar belakang.

Kehadiran investasi di Kecamatan Routa ini menurut Wakil Bupati Konawe saat ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, “Alhamdulillah hari ini investasi sudah masuk. Negara memberi ruang bagi investasi dengan syarat taat aturan dan memberi manfaat bagi daerah. Salah satunya adalah pembangunan jalan, karena kalau mengandalkan APBD, baik provinsi apalagi kabupaten, itu sangat berat, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran.” Ujarnya

“Keuntungan perusahaan tidak langsung semuanya ke daerah. Ada mekanisme negara, disetor ke pusat, lalu dibagi kembali ke provinsi dan kabupaten. Kalau semua hasil langsung dinikmati di Konawe, tentu kita sudah lama sejahtera, tapi begitulah sistem bernegara yang harus kita pahami bersama.” Jelas Wabup Konawe yang akrab disapa Om Syam ini.

Wabup Konawe kembali mengingatkan dampak positif atas hadirnya investasi didaerah, “Routa tidak berdiri sendiri, ini bagian dari Kabupaten Konawe. Jangan berpikir ekstrem, mari kita berpikir bijak. Kita patut bersyukur ada perusahaan seperti PT SCM yang masuk dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.” Ungkapnya.

“Ada kewajiban CSR dan program sosial perusahaan, seperti beasiswa, rumah ibadah, dan perbaikan jalan. Tapi kita juga harus sadar, perusahaan baru masuk tidak bisa disamakan dengan yang sudah belasan tahun beroperasi. Semua ada proses dan tahapannya.” tuturnya.

Menurut Wakil Bupati Syamsul Inrahim, dalam berinvestasi tentunya membutuhkan proses yang tidak instan, “Investasi itu bukan untuk tiga atau lima tahun. Biasanya perusahaan berpikir jangka panjang, puluhan tahun. Proses perizinannya panjang dan ketat, ada kewajiban reklamasi dan pemulihan lingkungan. Semua diatur oleh negara.” tuturnya.

Diksempatan itu Wakil Bupati Konawe mengajak seluruh elemen agar lebih bijak dalam menghadapi kehadiran Investasi didaerah tersebut, “Kalau ada perbedaan pendapat, itu wajar dalam demokrasi. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis. Di republik ini tidak ada yang paling kuat, panglima tertinggi adalah hukum. Semua ada jalurnya.”

Wakil Bupati Konawe menyebut saat ini lapangan pekerjaan dengan hadirnya Investasi terbuka luas bagi masyarakat sekitar, “Dulu masyarakat hanya bertani. Sekarang dengan adanya perusahaan, lapangan kerja terbuka, bahkan tenaga kerja lokal masih kurang. Ini fakta yang harus kita lihat secara jujur.” ucapnya.

Selain lapangan pekerjaan, Wabup juga mengapresiasi atas dampak positif hadirnya investasi di daerah tersebut,  “Sekarang kita sudah menikmati jalan yang dibangun perusahaan. Tidak lagi lewat pincara. Jalan ini bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk masyarakat, memperlancar ekonomi dan aktivitas sehari-hari.” tuturnya.

“Kami berharap perusahaan tidak banyak berjanji, tapi ketika ada kesempatan, langsung berbuat untuk kesejahteraan masyarakat. CSR itu ada aturannya, ada rumusnya, dan wajib dilaksanakan.” pesannya.

Diakhir sambutannya Wakil Bupati Konawe berpesan untuk bersama menjaga dan mendukung investasi didaerah tersebut, “yang terakhir saya ingin mengingatkan kepada  kita semua saudara saudaraku saat ini bukan lagi zamannya untuk mengatakan bahwa si A atau si B penguasa, dimata Allah SWT kita semua sama demikian juga halnya di routa tidak ada bahasa pendatang atau pribumi, kita semua sama sebagai mahkluk tuhan tanpa kita sadari tuhan sedang memberi kita rezeki melalui pekerjaan ini,” katanya.

“Lalu mengapa masih ada saja oknum yang mencoba memanfaatkan kepentingannya, ingat saudaraku jangan karena ketidak tahuan kita lalu kita hanya ikut ikutan padahal ada oknum yang sengaja memanfaatkan situasi ini sehingga sesungguhnya hanya mereka yang menerima manfaat besar sedangkan rakyat kecil hanya dapat ampasnya,” Peaan Wabup Om Syam ini.

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe dirinya mengimbau agar menjaga persatuan dan kebersamaan, ” untuk itu saya mewakili pemerintah daerah kabupaten konawe sekaligus putra asli latoma routa mengharaokan kepada semua saudara saudaraku dari semua suku yang ada di bumi Routa ini,  mari kita bersatu mendukung investasi ini, ingat anak dan cucu kita masih akan hidup lama, jika kita tidak pelihara kesempatan ini maka kita sama saja membuang emas dilautan,” pungkas Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim.

Penulis : ibas

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.