Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Kasuistik · 10 Okt 2019 08:55 WIB ·

Siswi SDN 1 Ranoeya Hanyut Diseret Arus Irigasi Sejauh 500 Meter


					Siswi SDN 1 Ranoeya Hanyut Diseret Arus Irigasi Sejauh 500 Meter Perbesar

UNAAHA, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe berhasil mengevakuasi korban atas nama Kirana (6), warga Kelurahan Ranoeya Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe, Sultra yang hanyut terseret arus tanggul irigasi di sekitar rumahnya.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa sejauh 500 meter dari tempat awal tenggelamnya. Kejadiannya, Rabu (9/10/2019).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe melalui Ketua tim TRC Konawe, Alikhider mengatakan, bermula dari laporan masyarakat bahwa adanya korban yang hanyut di dalam tanggul saat sedang mandi bersama rekannya. Dan masyarakat belum menemukannnya.

Laporan tersebut masuk sekitar pukul 12.30 siang. pihaknya langsung merapat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Pencarian kita lakukan sekitar 5 jam. Dibantu oleh masyarakat sekitar. Korban akhirnya dapat ditemukan namun kondisi sudah tidak bernyawa,” katanya.

Dikatakan, pihaknya menurunkan satu unit perahu polyethylene dan puluhan personel. Setelah berhasil dievakusi.

Korban dilarikan ke RSUD setempat. Namun karena sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Sehingga jasad korban langsung di bawa pulang di rumah duka tempat di Kelurahan Ranoeya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga korban, ia (Kirana) merupakan siswa kelas 6 di SDN Ranoeya. Dan tinggal bersama kakeknya. Bahwa tanpa sepengetahuan keluarga, kata dia, sepulanya dari sekolah Kirana bersama rekannya pergi bermain di sekitar tanggul yang tidak jauh dari rumahnya itu.

Hal itu diakui, Siska yang juga rekan korban saat mandi. Dikatakannya, sekira pukul 12.00 siang hari. Ia dan korban mandi bersama-sama ditanggul. Namun tidak lama kemudian ia mengajak korban untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

“Pas dia (Kirana) mau naik di tangga bendungan. Tiba-tiba jatuh terpeleset. Langsung mi saya pergi panggil orang,”paparnya.

Sementara itu saksi lain, Solihin , warga setempat yang hendak datang menolong mengaku, tidak berdaya untuk melakukan upaya pertolongan karena derasnya arus irigasi yang sedang mengalir di pintu air.

Ia mengaku, sempat melihat jasad korban yang sedang terseret arus masuk ke bawa jembatan. Kemudian hanyut dan tak nampak lagi dipermukaan air.

“Saya sempat loncat mau tarik, tapi licin sekali seperti belut. Baru arusnya deras, saya hampir tenggelam juga,” ujarnya. (Red***)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Polres Konawe Tangkap Pengedar Sabu di Abuki

11 Juli 2026 - 03:44 WIB

Polres Konawe Tangkap Pelaku Curanmor di Wawotobi

25 Juni 2026 - 13:18 WIB

Tambang Pasir Ilegal Digerebek, Polres Konawe Sita Alat Berat

4 Juni 2026 - 10:24 WIB

Tim URC Polres Konawe Gerebek Judi Kartu di Wawotobi, Tiga Pelaku Ditangkap

4 Juni 2026 - 00:09 WIB

Polres Konawe Gelar Patroli Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Idul Adha

26 Mei 2026 - 15:58 WIB

Bawa Badik di Kafe, Warga Abuki Diamankan Polres Konawe dalam Operasi Pekat Anoa 2026

25 Mei 2026 - 01:49 WIB

Trending di Kasuistik