banner 728x250

Mosehe Wonua: Kunci Damai dan Semangat Bersatu di Wonua Sorume Koltim

banner 120x600
banner 468x60

TIRAWUTA, SULTRA HEADLINE.COM. Suasana khidmat menyelimuti Wonua Mbuteo pada Senin (9/2/2026), saat ritual adat Mosehe Wonua digelar dengan megah. Upacara penyucian negeri ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian tradisi, tetapi juga momentum penguatan persaudaraan bagi seluruh masyarakat di wilayah Wonua Sorume di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Hadir mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT), Sekretaris Umum Basrin Melamba menyampaikan orasi kebudayaan yang sarat akan makna filosofis. Dalam sambutannya, Basrin memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Koltim, Yosep Sahaka beserta jajaran pemerintah daerah atas komitmen penuh mereka dalam menjaga marwah adat Tolaki di Koltim.

banner 325x300

Dalam penjelasannya, Basrin menekankan bahwa Mosehe Wonua bukanlah sekadar seremoni tahunan.

“Mosehe adalah jalan spiritual untuk menciptakan living harmony. Ini adalah bentuk resolusi konflik yang paling luhur, bertujuan mendinginkan suasana dan menyucikan kembali hubungan antarmanusia serta alam semesta,” ujar Basrin di hadapan para tokoh adat dan masyarakat.

Ia merincikan bahwa berbagai jenis mosehe memiliki tujuan utama yang sama, antara lain, memastikan tatanan sosial tetap stabil dan damai, jauh dari perpecahan.

Lebih lanjut, Basrin mengajak seluruh warga untuk merefleksikan kembali makna Kalo yaitu benda adat paling sakral dalam kebudayaan Tolaki. Ia menegaskan bahwa persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui konsep Medulu Mepokoaso (bersatu dan saling menguatkan,red).

“Dalam momentum upacara adat ini, kita sedang membangun solidaritas, baik secara organik maupun mekanis. Kita ingin masyarakat Wonua Sorume menjadi satu ikatan yang tak terpisahkan, sebagaimana lilitan pada Kalo,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Basrin mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan  Bupati Koltim Yosep Sahaka agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menahkodai wilayah Wonua Sorume. Harapannya, kepemimpinan yang berlandaskan kearifan lokal akan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Ditempat yang sama, Bupati Koltim Yosep Sahaka juga menambahkan, bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan dan tradisi lokal.

“Kami akan terus bekerja sama dengan masyarakat dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebudayaan,” kata Yosep Sahaka.

Ritual ini ditutup dengan prosesi adat yang khusyuk, menandai babak baru kehidupan masyarakat yang lebih bersih, damai, dan bersatu.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi DPP LAT, di antaranya Wakil Ketua Umum Abdul Jalil Bionda, Ketua Departemen Politik Sultrawan Liambo, Ketua Peradilan Adat Kalosara Tolaki Ajemain S, serta Ketua Umum DPD LAT Kolaka Timur.

Penulis : ibas

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.