Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Kolaka Timur · 9 Apr 2023 11:23 WIB ·

Bupati Koltim Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Sabha Agung Putemata


					Bupati Koltim Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Sabha Agung Putemata Perbesar

TIRAWUTA, SULTRAHEADLINE. COM. Pembangunan Balai Sabha Agung (Wantilan) Adat Eka Buana, Desa Putemata, resmi dimulai pada Rabu (05/04/2023). Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Koltim Abd Azis SH MH.

Selain bupati dan masyarakat adat, turut hadir Ketua Adat Eka Buana Gede Putu Widiana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Koltim Made Mulyana SPd, Kepala Bidang Binmas Hindu Kemenag Sultra Komang Sukayasa SE, dan Kadis Kominfo Koltim I Nyoman Abdi SPd MPd.

Dalam sambutannya, Bupati Koltim mengaku, sangat mengapresiasi dan menghormati semangat dan mimpi besar pengurus adat yang menginisiasi adanya pembangunan gedung ini. Dikatakannya, gedung lama yang sudah berdiri hampir 50 tahun dan baru akan direhab total ini, sangatlah berarti bagi seluruh masyarakat adat.

“Kalau mau membangun jangan berfikir bagaimana dana dulu. Tetapi dengan kemauan dan tekad yang kuat, dengan niat suci semua pemangku seperti yang ditunjukkan hari ini, semua bias terlaksana. Dan pemerintah daerah akan mensupport hal ini,” ucap bupati.

Dikatakannya, dirinya hadir di Koltim untuk menjadi pemimpin semua masyarakat tanpa harus membedakan suku, agama, golongan dan lain sebagainya.

“Cemburu dan curiga itu ibarat rayap yang akan merusak pondasi cinta. Perbedaan itu adalah hal biasa, tapi bagaimana kita bisa persepsi dalam membangun Koltim kearah yang lebih baik,” terang 01 Koltim ini.

Di tempat yang sama, Ketua Adat Eka Buana, Gede Putu Widiana menerangkan, desa adat sangat kuat dan mendukung proses pelaksanaan keagamaan. Terbentuknya desa adat masih jaman kerajaan, sampai saat ini masih eksis didaerah perantauan dimanapun mereka berada.

“Jumlah kami saat ini di desa adat ini, kurang lebih dua ribu jiwa, yang tersebar di tujuh desa dan dua kecamatan yakni Loea dan Ladongi. Kami juga merasa bersukur dan bangga, karena pa bupati menerima perbedaan dan kemajemukan di Koltim ini. Jujur pak, barusan saya merasakan ada pemimpin yang membuka lebar-lebar ruang untuk diskusi tentang penbangunan di Koltim ini,” ucapnya.

Penulis: Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Mosehe Wonua: Kunci Damai dan Semangat Bersatu di Wonua Sorume Koltim

13 Februari 2026 - 03:38 WIB

Bupati Koltim Pimpin Upacara Peringatan HAB Ke-79

4 Januari 2025 - 05:23 WIB

Bupati Koltim Turut Meriahkan Jalan Santai HAB Ke-79

3 Januari 2025 - 10:12 WIB

Pemda Koltim Diganjar Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tertinggi

21 Desember 2024 - 13:00 WIB

Sekda Koltim Buka Sosialisasi Rancangan Perbub Sistem Kerja, Ingatkan Pejabat Fokus pada Tugas dan Pekerjaan

21 Desember 2024 - 12:44 WIB

Pemkab dan DPRD Koltim Menyetujui dan Tetapkan RAPBD Koltim 2025

21 Desember 2024 - 12:35 WIB

Trending di Kolaka Timur