Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe · 10 Jul 2020 13:10 WIB ·

Konawe Surplus 1.400 Ekor Sapi Kurban, Sudah Diantaranya Sapi Limosin dan PO


					Konawe Surplus  1.400 Ekor Sapi Kurban, Sudah Diantaranya Sapi Limosin dan PO Perbesar

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bersama Kadis Peternakan dan Keswan Konawe saat memantau hasil produksi peternakan di beberapa daerah di Konawe pada beberapa kesempatan. Foto.Doc/SH.

UNAAHA, SULTRA HEDLINE. COM-Program pengembangan hewan ternak sapi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menuai hasil. Bahkan tahun ini, jumlah produksinya surplus bisa melayani kebutuhan hewan kurban di luar daerah.

Tahun ini, stok sapi untuk persedian hewan kurban di Konawe berjumlah 1.400 ekor. Jumlah itu diantaranya sudah termasuk sapi jenis Limosin dan PO (peranakan Ongole) yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab yang nilai jualnya pantastis jauh dari harga jual sapi lokal.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengatakan, saat ini daerah kabupaten Konawe menjadi daerah sentral produksi ternak , seperti sapi dan kambing. Hewan tersebut merupakan hewan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Utamanya mereka yang akan melaksanakan ibadah kurban menjelang hari raya Islam itu.

“Stok kebuhan ternak sapi dan kambing yang siap potong di Konawe  itu berjumlah 1.400 ekor sapi dan 350 ekor kambing. Dan jumlah ini dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat mupun luar Konawe,” paparnya.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara saat mengunjungi penampungan bibit sapi bantuan yang hendak didistribusikan ke masyarakat beberapa waktu lalu. Foto. Doc/SH.

Ia mengaku, memang terjadi peningkatan produksi hewan ternak setiap tahunnya di Kabupaten Konawe. Apalagi pada periode keduanya ini, bersama wakilnya Gusli Topan Sabara, sedang  konsen dengan program pengembangan sapi lokal maupun sapi llimosin dan PO.

“Sehingga banyak daerah lain yang saat ini menjadikan Konawe sebagai daerah tujuan untuk mencari dan membeli hewan ternak itu, apalagi menjelang hari raya besar Islam ini, karena tidak kekurangan stok hewan ternak,”katanya.

Seperti  biasanya , permintaan hewan kurban di Konawe selalu membludak. Bahkan pada 2019 lalu di momen idul adha , lanjutnya, Konawe mengirim 700 ekor sapi ke daerah lain.

“Permintaan sapi yang banyak itu dari Kota Kendari, Kolaka Utara (Kolut). Dan bahkan sampai di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan tahun lalu itu stok kita masih cukup tapi permintaan sudah habis,” terangnya.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Konawe, Jumrin.

Sementara ,Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Konawe, Jumrin mengaku, memang saat ini terjadi lonjakan produksi ternak , seperti  sapi dan kambing di masyarakat. Hasil usaha peternak Konawe melampaui kebutuhan masyarakat Konawe. Sehingga banyak pembeli yang sengaja datang di Konawe karena ketersediaan hewan tersebut.

Basis peternakan sapi dan kambing di Konawe saat ini hampir merata di semua kecamatan yang ada , namun daerah yang paling memiliki stok paling besar yakni Amonggedo, Pondidaha dan Tongauna, Anggotoa, Wenggeduku, Uepai dan Onembute.

Jumrin mengakui, bahwa selain sapi lokal, jenis sapi Limosin dan PO juga sudah mulai diperjualbelikan oleh peternak di Konawe. Merupakan hasil pengembangan dari anakan bantuan bibit yang didistribusikan  melalui program sejuta sapi, bagian dari program Konawe gemilang.

Bahkan menjelang hari raya idul Adha tahun ini, peternak juga siap menjual bagi calon konsumen yang meminati jenis sapi tersebut. Namun dengan harga bervariasi  , dengan harga paling rendah yakni Rp. 10 juta rupiah.

“Artinya dengan ini , sudah ada indikator hasil pengembangan ternak sapi kita sudah semakin meningkat. Apalagi sapi hasil silangan itu juga sudah mulai memproduksi hasil yang baik,” paparnya.

Ia menjamin, sejumlah ternak yang siap potong di Kabupaten Konawe itu sehat. Karena sudah melalui pemeriksaan berkala.

Menurutnya, petugasnya di lapangan terus memantau aspek kesehatan ternak. Utamanya di daerah basis  lahan pengembalaan ternak sapi. Serta di tempat pengumpulan sapi maupun kambing.

Menurutnya, untuk menjaga kesehatan hewan ternak itu, petugasnya memberikan  vaksin serta pengambilan sampling darah hewan ternak yang dilakukan secara berkala untuk memastikan ternak kurban itu bebas dari serangan bakteri brucellosis ataupun penyakit antraks.

“Kita terus pantau di pengumpul kalau ada ternak yang sakit atau cacat fisik. Lebih-lebih dengan adanya program sejuta ekor sapi yang digaungkan pemkab Konawe saat ini. Memang bukan hanya populasi sapi yang kita lihat, tapi juga kesehatan ternak tersebut harus diperhatikan,” tandasnya. (Adv).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional

6 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Berkunjung ke Mubar, Kementerian ESDM Pastikan Tambahan Kuota dan Perbaikan Distribusi BBM

4 September 2026 - 12:51 WIB

Trending di Muna Barat