Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe · 13 Sep 2023 13:33 WIB ·

Tidak Sesuai Spek, Bendung Ameroro Senilai Rp.1,5 Triliun Ambruk


					Tidak Sesuai Spek, Bendung Ameroro Senilai Rp.1,5 Triliun Ambruk Perbesar

Bendung Ameroro, di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dikerjakan PT. Hutama Karya, ambruk pada pada Selasa (13/09/2023).

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Sepertinya pekerjaan PT. Hutama Karya (HK) selaku penanggung jawab pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Bendung Ameroro, di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), harus dievaluasi ulang.

Pasalnya, proyek dengan anggaran sekitar Rp. 1,5 Triliun yang bersember dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah ambruk, padahal saat ini proses pembangunan bendung Ameroro saat ini masih berjalan.

Kerusakan bendung terjadi pada dua titik bagian beton penahan debit air yang masih dalam proses pengerjaan. Diduga kuat, bendung ambruk karena kualitas bangunan tidak sesuai spesifikasi. Dimana bendung tersebut diduga tidak memiliki penyangga, yang tidak mampu menahan beban.

Informasi yang dihimpun, ambruknya bendung Ameroro dilaporkan pada Selasa (13/09/2023) sekira pukul 19.15 waktu setempat. Akibat dari ambruknya Bendung tersebut memicu kepanikan dan kekhawatiran penduduk desa yang bermukim di seputaran bendung Ameroro.

Hendra salah satu warga setempat mengatakan, proyek tersebut tidak memiliki perencanaan yang baik, karena baru saja dikerja sudah ambruk.

“Sepertinya ada kejanggalan dalam pekerjaan ini, bisa dibilang kegagalan kontruksi karena proyek ini menggunakan anggaran hingga triliuan rupiah, ” terangnya.

Warga lainnya Hasmada menambahkan, peristiwa longsor dan ambruknya konstruksi sangat meresahkan masyarakat di sekitar pembangunan Waduk Ameroro.

“Terjadinya kelongsoran dan kerusakan di kontruksi pembangunan Waduk Ameroro, tidak hanya meresahkan saya, tetapi banyak orang. Sehingga proyek ini harus dievaluasi ulang,” bebernya.

Untuk diketahui, Bendung Ameroro ini didesain dengan tipe urugan yang memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter. Kapasitas tampung Bendungan Ameroro sebesar 54,53 juta m3 dengan luas genangan 244,06 hektare.

Total anggaran, yang terkontrak pada PSN itu sebesar Rp1,428 triliun, yang meliputi paket pertama senilai Rp910,136 miliar dan paket dua mencapai Rp518 miliar. Proyek nasional ini melibatkan kontraktor pelaksana paket 1 yakni PT Wijaya Karya. Sedangkan, paket 2 dikerjakan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya.

Penulis: Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Bupati Konawe Pimpin Apel Siaga Karhutla dan Kekeringan 2026, Tekankan Sinergi Lintas Sektor

2 September 2026 - 14:02 WIB

Buka Festival Bahari 2026, Bupati Konawe Gerakkan Ekonomi Pesisir

1 September 2026 - 04:08 WIB

Trending di Konawe