Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Ekonomi · 5 Okt 2022 09:18 WIB ·

KPPBC Kendari Sebut PT OSS dan VDNI Dominasi Devisa Ekspor di Sultra


					KPPBC Kendari Sebut PT OSS dan VDNI Dominasi Devisa Ekspor di Sultra Perbesar

KENDARI, SULTRAHEADLINE.COM. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Kendari mencatat PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dan Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) masih menjadi perusahaan yang dominan berkontribusi terhadap devisa negara dengan volume ekspor tertinggi.

“Untuk PT OSS sejak Januari hingga Agustus tahun 2022 menyumbangkan devisa sebesar 3.272.308.407 U$ dengan volume ekspor sebesar 2.040.389.400 kg dan PT VDNI menyumbang devisa sebesar 1.392.324.370 U$ dengan volume ekspor sebesar 469.958.641 kg,” ungkap Kepala KPPBC Kendari, Purwatmo Hadi Waluja, pada Selasa (04/10/2022) kemarin.

Dijelaskannya, secara umum nilai ekspor Sultra mulai Januari hingga 31 Agustus 2022 mengalami pertumbuhan yang positif dari target yang ditentukan. Pasalnya kinerja devisa ekspor yang tercatat di KPPBC Kota Kendari cukup positif, apalagi kegiatan ekspor Sultra itu sudah dapat dilakukan dari pelabuhan Kendari langsung dengan beberapa negara tujuan.

Lanjut Purwatmo, pihaknya mencatat lima perusahaan besar di Sultra yang mendominasi devisa ekspor yaitu PT OSS, VDNI, Aneka Tambang, Graha Makmur Cipta Pratama, dan Wijaya Karya Aspal.

“Untuk perusahaan Aneka tambang memberikan andil terhadap devisa ekspor sebesar 36.047.478 U$ dengan volume ekspor 9.312.183 kg. Kemudian, Graha Makmur Cipta Pratama memberikan sumbangsih devisa ekspor 2.034.900 U$ dengan volume 410.400 kg, serta perusahaan Wijaya Karya Aspal memberikan devisa ekspor sebesar 1.650.000 U$ dengan volume 55.000.000 kg,” urainya.

Sementara itu, lanjut Purwatmo, untuk nilai devisa impor Sultra hingga 31 Agustus 2022 sedikit mengalami fluktuatif dan juga mengalami kenaikan namun tidak sebesar kenaikan devisa ekspor.

Lanjutnya, data Impor dan Ekspor Sultra tahun 2022 mengalami pertumbuhan dimana nilai ekspor hingga 31 Agustus 2022 tercatat mencapai 3,431 juta dolar lebih, sedangkan untuk impor mencapai 1,697 juta dolar lebih.

“Dengan demikian, capaian ekspor dan impor kita pada Agustus 2022 mengalami peningkatan 35 persen dan untuk ekspor masih di dominasi dari sektor pertambangan,” ucapnya.

Dia menambahkan, Bea Cukai ditugaskan untuk ikut mendukung program pemulihan ekonomi nasional berdasarkan tugas dan fungsinya, yaitu menangani impor dan ekspor. Untuk ekspor produk kelautan didominasi oleh kepiting kaleng dan sektor pertanian belum ada ekspor sama sekali.

“Di tahun 2022 ini kami yakin makin banyak eksportir baru sehingga optimis bisa lebih meningkatkan lagi realisasi penerimaan. Kami melihat generasi muda mulai bermunculan untuk melakukan ekspor di Sultra,” tutupnya.

Penulis: Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Wujudkan Kesejahteraan Rakyat, Pemkab Konawe Apresiasi Komitmen Investasi PT SCM

19 April 2026 - 01:42 WIB

Perkuat Ketahanan Nasional,Pemkab Konawe Kirim 2.000 Ton Beras ke Sulawesi Utara

2 Februari 2026 - 10:53 WIB

Keberadaan PT. SCM di Routa Berkontribusi untuk Pembangunan di Konawe

17 Juli 2025 - 11:37 WIB

Pemkab Konut Aktualisasikan Komitmen Pembangunan Sawit Berkelanjutan Melalui Kebijakan RAD

18 April 2025 - 09:27 WIB

Ketua Umum SPKS Minta Perusahaan Perkuat Kemitraan Dengan Petani Sawit dalam Pengembangan Sawit di Kab. Muna

10 April 2025 - 08:45 WIB

Dinas TPHP Konawe : Berikut Kecamatan Penyumbang LTT Padi

29 September 2024 - 13:58 WIB

Trending di Ekonomi