Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe Utara · 13 Nov 2021 12:08 WIB ·

KMKU: Selamatkan Perairan Konut dari Kejahatan Tambang


					KMKU: Selamatkan Perairan Konut dari Kejahatan Tambang Perbesar

UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Konawe Utara adalah salah satu kabupaten yang memiliki sumberdaya alam yang berlimpa salah satunya adalah sumber daya perikanan yang di mana sumber daya perikanan Konawe Utara masuk dalam 5 besar dalam hal produksi perikanan namun semua tingal cerita berdasarkan Data  Rumah Tangga Produksi (RTP) Dan Produksi Perikanan Tangkap Sulawesi Tenggara tahun 2013 sampai 2018 Konawe Utara berada di peringkat 10.

Penyebab utama terjadinya penurunan pencapaian  di akbiatkan aktipitas pertambangan di Konawe Utara menyebapkan kerusakan lingkungan di wilaya pesisir yang di mana di lakukan oleh pihak-pihak penambang yang tidak bertangung jawab atas kegiatan tersebut.

Bawasanya sektor perikanan menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah Kabupaten Konawe Utara (KONUT), Sulawesi Tenggara (SULTRA). Tahun 2018, PEMDA Konawe Utara menyalurkan bantuan di bidang perikanan hingga Rp . 2,9 miliar yang berasal dari APBN dan APBD. Angka ini naik dari tahun 2017 yang berjumlah sekitar Rp.2 miliar.

“Sangat di sayangkan dengan angaran begitu besar untuk memajukan perikanan Konawe Utara tapi wilaya pesisirnya rusak akibat aktifitas pertambangan padahal pemda Konawe Utara menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu fokus utama ,” tutur alumni Fakultas  Kelautan UHO, Fachrijal Noer.S,Si.

Sekretaris Komite Mahasiswa Konawe Utara (KMKU) ini menegaskan, kepada aparat penegak hukum (APH) agar lebih tegas lagi dalam memberi sangsi terhadap mafia—mafia tambang terutama pada kontraktor—kontraktor yang nakal.

Lebih lanjut, alumni kelautan itu juga menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi akan berdampak negatif jangka panjang sehingga di butuhkan ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak kejahatan-kejahatan lingkungan yang di lakukan di sekitar perairan Konawe Utara khusunya di Kecamatan Molawe.

“Kita sangat mengharapkan kepada APH dan  masyarakat agar terus memperhatikan wilaya pesisir agar tidak mengalami kerusakan yang begitu parah sehinga merugikan masyarakat khusunya para nelayan,” tuturnya. (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional

6 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Berkunjung ke Mubar, Kementerian ESDM Pastikan Tambahan Kuota dan Perbaikan Distribusi BBM

4 September 2026 - 12:51 WIB

Buka Festival Bahari 2026, Bupati Konawe Gerakkan Ekonomi Pesisir

1 September 2026 - 04:08 WIB

Pelopor Good Mining Practices, PT SCM Raih Penghargaan Terbaik

3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Trending di Konawe