Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe · 5 Okt 2021 21:09 WIB ·

10 Sekolah di Konawe Terima Penghargaan Adiwiyata


					10 Sekolah di Konawe Terima Penghargaan Adiwiyata Perbesar

UNAAHA.SULTRAHEADLINE.COM. Sebanyak sepuluh sekolah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima penghargaan dari Bupati Kery Saiful Konggoasa sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan atau Adiwiyata.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Konawe kepada sepuluh Kepala Sekolah usai mengikuti apel bersama di pelataran Kantor Bupati Konawe, Senin (4/10/2021) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kery memberikan apresiasi kepada sekolah berprestasi tersebut. Menurutnya, hal ini mengindikasikan kepedulian dan kesadaran warga sekolah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup semakin meningkat. Sehingga diharapkan penghargaan ini menjadi motivasi bagi sekolah seluruh yang ada di Kabupaten Konawe untuk peduli dan berbudaya lingkungan.

“Program Adiwiyata ini, diharapkan mampu mendorong dan membentuk sekolah–sekolah yang menjadi pionir dalam pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dikatakannya, pembinaan sekolah Adiwiyata dilakukan untuk mendorong terciptanya kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup, dengan harapan agar dapat membangun manfaat positif dari pelaksanaan program tersebut kepada individu pelaku program dan institusi sebagai lembaga pengelolaan lingkungan.

“Untuk instansi terkait saya minta kalau bisa sekolah yang terima Adiwiyata jangan cuma diberi piagam. Sekali-kali beri dana pembinaan juga supaya bisa lebih bagus lagi,” ujar Bupati dua periode itu.

Sementara itu, Kepala DLH Konawe Herianto Wahab, menjelaskan, dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata butuh dukungan semua stakeholder, utamanya kepala sekolah (kasek). Beberapa model aplikatif dalam kegiatan penilaian sekolah Adiwiyata, mesti menjadi atensi para kasek. Mulai dari bagaimana mengajarkan siswa agar tertib administrasi, hingga membiasakan buang sampah pada tempatnya.

“Sekolah dinilai berdasarkan kriteria yang sudah disiapkan. Program Adiwiyata berjalan tiap tahun. Respon yang kami inginkan itu adalah bagaimana sekolah-sekolah ini bisa peduli terhadap lingkungan hidup,” terang mantan Kabag Humas Setda Konawe itu.

Herianto memaparkan, indikator penilaian sekolah Adiwiyata meliputi empat aspek, yakni, visi misi sekolah, kurikulum, sarana prasarana, serta kegiatan partisipatif. Keempat indikator itu, sambungnya, harus mencerminkan aspek kepedulian atau perhatian lebih terhadap lingkungan hidup. Semua aspek itu didokumentasikan sebagai laporan penilaian dari pemerintah.

“Harapannya, anak-anak tertanam jiwa peduli lingkungan. Kalau program ini jalan, 10-20 tahun kedepan kesadaran masyarakat itu akan kelihatan. Sekedar informasi juga, kita di Konawe sudah punya dua sekolah berprestasi Adiwiyata ditingkat nasional. Keduanya yaitu SMPN 1 Sampara dan MTS Wawotobi,” tutupnya.

Penulis: Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional

6 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Berkunjung ke Mubar, Kementerian ESDM Pastikan Tambahan Kuota dan Perbaikan Distribusi BBM

4 September 2026 - 12:51 WIB

Trending di Muna Barat