Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Ekonomi · 8 Feb 2020 07:36 WIB ·

Luas Potensi Persawahan di Latoma Bakal Digarap Seluas 22 Hektare


					Luas Potensi Persawahan di Latoma Bakal Digarap Seluas 22 Hektare Perbesar

UNAAHA, SH. Wakil Bupati Konawe Sulawesi Tenggara, Gusli Topan Sabara memproteksi potensi alam di Kecamatan Latoma begitu besar untuk dikembangkan, diantaranya pengembangan sektor pertanian di bidang persawahan.

Hal itu dikatakannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020).

Dikatakan, selama ini daerah Latoma kurang maksimal dikelola sumber potensi alamnya. Padahal sangat strategis untuk dikembangkan.

“Setelah bendungan pelosika nanti kita akan membuka lahan pertanian baru. Salah satunya di Latoma Seluas 22 Hektare,” terangnya.

Ia mengaku, sembari menunggu proses pembangunan bendungan tersebut, lanjutnya, Pemkab sudah lebih awal memulai membangunan sarananya yang menjadi bagian dari tanggung jawab Pemkab setempat.
Seperti infrastruktur jalan dan jaringan telekomunikasi.

“Jaringan telekomunikasi sudah masuk di Latoma. Bahkan sudah bisa internet. Dan sekarang kita lagi programkan untuk pembangunan jalan dan jembatan dari Kecamatan Ambekairi sampai ke Latoma,” terangnya.

Gusli berpendapat, selain program pengembangan Sawa, sejumlah program prioritas Pemkab seperti bidang peternakan dan perikanan juga akan disinergikan ke daerah tersebut.

“Insyallah Latoma tidak lagi terisolir. Tidak ada pembedaan. Progres pembangunan di Konawe harus merata. Karena memiliki hak yang sama,” tuturnya.

Ia mengaku, yang menjadi kebanggaan tersendiri, daerah Latoma bakal menjadi sumber energi listrik di Sultra. Pasalnya, kata dia, di kawasan bendungan pelosika itu akan berdiri megah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar.

Pembanguan bendungan pelosika dan PLTA merupakan program strategis pemerintah pusat yang mulai diwacanakan pada 2019. Dan pada 2020 ini pusat telah mengalokasikan anggaran Rp.58 miliar untuk persiapan pembangunan. Dan sudah termasuk pembebasan lahan warga.
Lahan yang akan merendam 14 desa setempat.

Dan mengenai perencanaan konstruksi itu semua dilaksanakan pusat. Sementara Pemkab melakukan penyesuaian RTRW .

Menurutnya, masyarakat sangat akan menerima asas manfaat dari sinergitas Pemkab dan Pusat.

Dan mengenai relokasi warga yang terkena wilayah Mega projek itu akan direlokasi di wilayah yang sudah disiapkan. Daerah relokasi itu akan dibentuk kawasan desa adat karena sesuai dengan historisnya sebagai kampung tertua. Desa tersebut akan menjadi pusat wisata kebudayaan di Kabupaten Konawe. (Putri/red***)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Wujudkan Kesejahteraan Rakyat, Pemkab Konawe Apresiasi Komitmen Investasi PT SCM

19 April 2026 - 01:42 WIB

Perkuat Ketahanan Nasional,Pemkab Konawe Kirim 2.000 Ton Beras ke Sulawesi Utara

2 Februari 2026 - 10:53 WIB

Keberadaan PT. SCM di Routa Berkontribusi untuk Pembangunan di Konawe

17 Juli 2025 - 11:37 WIB

Pemkab Konut Aktualisasikan Komitmen Pembangunan Sawit Berkelanjutan Melalui Kebijakan RAD

18 April 2025 - 09:27 WIB

Ketua Umum SPKS Minta Perusahaan Perkuat Kemitraan Dengan Petani Sawit dalam Pengembangan Sawit di Kab. Muna

10 April 2025 - 08:45 WIB

Dinas TPHP Konawe : Berikut Kecamatan Penyumbang LTT Padi

29 September 2024 - 13:58 WIB

Trending di Ekonomi