Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Demonstrasi · 8 Apr 2026 12:48 WIB ·

Gelombang Aksi Unjuk Rasa di Konawe: Warga Asli Routa Bela Investasi, Isu Smelter Disebut Ada Motif Tersembunyi


					Gelombang Aksi Unjuk Rasa di Konawe: Warga Asli Routa Bela Investasi, Isu Smelter Disebut Ada Motif Tersembunyi Perbesar

UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Di tengah panasnya polemik investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara terkait tuntutan pendirian Pabrik Smelter  RKEF oleh sejumlah kelompok masyarakat, sebuah konsorsium baru muncul membawa angin segar sekaligus sengatan. Ratusan orang yang mengaku sebagai masyarakat pribumi lingkar tambang, yang lahir, hidup, dan terdampak langsung aktivitas tambang itu memenuhi halaman Kantor DPRD Konawe, dan Kantor Bupati Konawe, pada Selasa (07/4/2026). Mereka membawa spanduk dan yel-yel yang berbanding terbalik dengan isu yang beredar sebelumnya, tak hanya itu gelombang arus dukungan terhadap keberadaan Investasi di Konawe ini juga datang dari Ratusan Massa Himpunan Aktivis Muda Konawe (HAM) yang dikenal getol menyuarakan aspirasi Masyarakat di Daerah ini.

Perwakilan Konsorsium Masyarakat Pribumi Routa Konawe Mepokoaso (KMPRKM) dengan lantang menyatakan bahwa kelompok Aliansi Masyarakat Routa bahkan kini membuat aliansi baru diberi nama “Save Routa” yang selama ini vokal mengkritisi PT SCM  bukanlah perwakilan dari masyarakat pribumi Routa. Mass KMPRKM menyatakan mendukung penuh keberadaan PT SCM karena dinilai telah membawa kemajuan signifikan, mulai dari infrastruktur jalan, bangunan umum, pengembangan SDM, hingga bantuan usaha bagi masyarakat lingkar tambang.

“Kami menyatakan sikap tegas. Oknum yang mengatasnamakan Save Routa itu bukan bagian dari kami. Kami masyarakat yang hidup berdampingan dengan investasi ini justru merasakan manfaatnya,” ujar Randi Liambo selaku Koordinator Aksi ini.

“Hari ini kami hadir, kami putra asli dari leluhur kami di Kecamatan Routa tidak ada mengatas namakan oknum- oknum tertentu tidak ada mengatas namakan politik ataupun kaum-kaum tertentu, kami melegitimasi diri kami sebagai penduduk asli pribumi asli dan kemudian ingin perubahan perubahan tidak ada konflik konflik sosial ataupun horizontal di daerah kami,” Ujarnya.

Pendemo ini menyatakan jika hal ini dibiarkan berlarut larut mereka khawatir atas dampak konflik dimasyarakat dapat terjadi.  “Kami tidak ingin di Konawe ini akan mengalami suatu huru-hara di Kecamatan Routa kami tidak mau pak, kami tidak mau konflik- konflik horizontal ini berlanjut merugikan investasi yang sehat, kami ingin  mendukung Perusahaan kami tegaskan kami ingin mendukung Perusahaan, kami datang ini menyampaikan kebenaran fakta sesungguhnya bahwa keberadaan PT. SCM di tanah Routa memberikan dampak positif dari sektor ekonomi, Pendidikan dan sosial Masyarakat,” Katanya.

Menurut massa, pembangunan  smelter tidak boleh dijadikan “Dalih” yang kemudian merongrong keberadaan invetasi di daerah itu sementara ada regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat terkait pembatasan yang smelter.

“Masalah smeter itu hanya menjadi isu untuk kepentingan kepentingan semata, masa itu smelter dikaitkan dengan pembebasan lahan, ganti rugi tanaman kopi dan lainnya, itukan tidak masuk akal, perlu kita telusuri motifnya ada apa, semuanya sudah sejak lama selesai perusahaan dan juga pemda sudah sepakat bahwa tidak ada aturan yang kemudian bisa menabrak aturan dari PP 28 itu terkait moratorium Pembangunan smelter, tidak ada,” orasinya.

Informasi yang dihimpun, jika saat ini laporan dugaan tindak pidana terkait Indikasi SKT Fiktif yang berada di areal kawasan hutan tengah bergulir di Aparat Penegak Hukum (APH), yang indikasinya dimana laporan atas dugaan SKT Fiktif di areal kawasan hutan di Kecamatan Routa yang diduga terkait dengan isu isu pembebasan lahan.

“Tentu kami mendukung untuk dibangun smelter atau pabrik, kami mendukung tapi kami tidak mendukung kemudian ada oknum oknum yang mengatas namakan masyarakat Routa yang mencoba memecah rumpun keluarga kami di sana, olehnya itu kami meminta kehadiran Pemerintah Kabupaten, DPRD Konawe dan semua stakeholder untuk mengatensi gerakan kami hari ini,” Pungkasnya.

Dengan Massa yang berbeda, senada dengan hal tersebut, Himpunan Aktivis Muda Konawe (HAM) Konawe memberikan dukungan terhadap keberadaan Investasi di Daerah ini Agus Salim Misman selaku Jendaral Lapangan dalam orasinya mendesak agar Bupati Konawe dan Ketua DPRD Konawe untuk selalu mendukung Investasi yang berada di Kabupaten Konawe khususnya di wilayah Kecamatan Routa salah satunya PT. SCM.  “Investasi yang masuk ini tentu memberikan dampak positif bagi daerah ini, bukan hanya di Routa saja tetapi masyarakat Konawe dari sumber dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima oleh daerah” tegas Agus Salim.

“Kami Mendesak Bupati Konawe dan Ketua DPRD Konawe untuk mengambil sikap tegas terhadap oknum yang memiliki tujuan tertentu yang nantinya dapat berpotensi memprovokasi masyarakat sehingga menimbulkan konflik sehingga dapat mengganggu jalannya investasi yang berada di wilayah routa khusunya Perusahaan pertambangan PT. SCM,” pungkasnya.

Penulis: redaksi

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Bupati Konawe Pimpin Apel Siaga Karhutla dan Kekeringan 2026, Tekankan Sinergi Lintas Sektor

2 September 2026 - 14:02 WIB

Buka Festival Bahari 2026, Bupati Konawe Gerakkan Ekonomi Pesisir

1 September 2026 - 04:08 WIB

Trending di Konawe