Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Kolaka Timur · 13 Feb 2026 03:38 WIB ·

Mosehe Wonua: Kunci Damai dan Semangat Bersatu di Wonua Sorume Koltim


					Mosehe Wonua: Kunci Damai dan Semangat Bersatu di Wonua Sorume Koltim Perbesar

TIRAWUTA, SULTRA HEADLINE.COM. Suasana khidmat menyelimuti Wonua Mbuteo pada Senin (9/2/2026), saat ritual adat Mosehe Wonua digelar dengan megah. Upacara penyucian negeri ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian tradisi, tetapi juga momentum penguatan persaudaraan bagi seluruh masyarakat di wilayah Wonua Sorume di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Hadir mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT), Sekretaris Umum Basrin Melamba menyampaikan orasi kebudayaan yang sarat akan makna filosofis. Dalam sambutannya, Basrin memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Koltim, Yosep Sahaka beserta jajaran pemerintah daerah atas komitmen penuh mereka dalam menjaga marwah adat Tolaki di Koltim.

Dalam penjelasannya, Basrin menekankan bahwa Mosehe Wonua bukanlah sekadar seremoni tahunan.

“Mosehe adalah jalan spiritual untuk menciptakan living harmony. Ini adalah bentuk resolusi konflik yang paling luhur, bertujuan mendinginkan suasana dan menyucikan kembali hubungan antarmanusia serta alam semesta,” ujar Basrin di hadapan para tokoh adat dan masyarakat.

Ia merincikan bahwa berbagai jenis mosehe memiliki tujuan utama yang sama, antara lain, memastikan tatanan sosial tetap stabil dan damai, jauh dari perpecahan.

Lebih lanjut, Basrin mengajak seluruh warga untuk merefleksikan kembali makna Kalo yaitu benda adat paling sakral dalam kebudayaan Tolaki. Ia menegaskan bahwa persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui konsep Medulu Mepokoaso (bersatu dan saling menguatkan,red).

“Dalam momentum upacara adat ini, kita sedang membangun solidaritas, baik secara organik maupun mekanis. Kita ingin masyarakat Wonua Sorume menjadi satu ikatan yang tak terpisahkan, sebagaimana lilitan pada Kalo,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Basrin mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan  Bupati Koltim Yosep Sahaka agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menahkodai wilayah Wonua Sorume. Harapannya, kepemimpinan yang berlandaskan kearifan lokal akan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Ditempat yang sama, Bupati Koltim Yosep Sahaka juga menambahkan, bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan dan tradisi lokal.

“Kami akan terus bekerja sama dengan masyarakat dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebudayaan,” kata Yosep Sahaka.

Ritual ini ditutup dengan prosesi adat yang khusyuk, menandai babak baru kehidupan masyarakat yang lebih bersih, damai, dan bersatu.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi DPP LAT, di antaranya Wakil Ketua Umum Abdul Jalil Bionda, Ketua Departemen Politik Sultrawan Liambo, Ketua Peradilan Adat Kalosara Tolaki Ajemain S, serta Ketua Umum DPD LAT Kolaka Timur.

Penulis : ibas

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Bupati Koltim Pimpin Upacara Peringatan HAB Ke-79

4 Januari 2025 - 05:23 WIB

Bupati Koltim Turut Meriahkan Jalan Santai HAB Ke-79

3 Januari 2025 - 10:12 WIB

Pemda Koltim Diganjar Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tertinggi

21 Desember 2024 - 13:00 WIB

Sekda Koltim Buka Sosialisasi Rancangan Perbub Sistem Kerja, Ingatkan Pejabat Fokus pada Tugas dan Pekerjaan

21 Desember 2024 - 12:44 WIB

Pemkab dan DPRD Koltim Menyetujui dan Tetapkan RAPBD Koltim 2025

21 Desember 2024 - 12:35 WIB

Pj Gubernur Launching Program Kipas Mas di Koltim

21 Desember 2024 - 12:26 WIB

Trending di Kolaka Timur