Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe Selatan · 18 Jun 2025 06:30 WIB ·

Konawe Target Tuntaskan Stunting di 2025


					Konawe Target Tuntaskan Stunting di 2025 Perbesar

UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dan evaluasi percepatan penurunan stunting lingkup setempat  tahun anggaran  2025, yang digelar di Aula BKPSDM Kabupaten Konawe, Rabu (18/06/2025).

Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Konawe H Syamsul Ibrahim, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi pimpinan daerah (OPD)/ instansi yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting, Forkompimda, Camat se-Kab.Konawe, serta Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kab.Konawe.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H Syamsul Ibrahim menekankan, pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mempercepat penurunan angka stunting di Konawe.

“Penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi. Kita harus kerja bersama, terpadu, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dikatakannya, penanganan stunting bukan hanya soal memenuhi berat dan tinggi badan anak. Namun, ini soal masa depan generasi.

“Kita tidak bisa menunggu sampai anak lahir untuk mulai peduli. Kita harus mulai dari sejak dalam kandungan. Itulah mengapa intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan adalah kunci. Dan kunci itu ada di tangan kita semua (pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat),” ujarnya.

Dikesempatan itu, Wabup juga menyoroti  perlunya optimalisasi program intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari edukasi gizi, pemenuhan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, hingga perbaikan sanitasi dan akses air bersih di wilayah rawan stunting.

Dan melalui rapat ini, kata dia, ia berharap sejumlah stakeholder yang tergabung dalam tim penanganan stunting dapat menyusun langkah-langkah strategis dan menyamakan persepsi seluruh stakeholder dalam mewujudkan Konawe bebas stunting di tahun 2025.

“Posyandu harus menjadi ujung tombak pelayanan dasar di desa. Posyandu bukan sekadar tempat timbang badan. Tapi harus menjadi pusat edukasi, pelayanan, dan pelacakan anak-anak yang berisiko stunting. Namun, kita sadari bahwa tidak semua warga rajin datang ke posyandu maka kita butuh strategi yang konkret dan terukur,” tutupnya.

Penulis : ibas
Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Wujudkan Akses Kesehatan Merata, Pemkab Konawe Sabet UHC Award 2026

2 Februari 2026 - 11:08 WIB

Gelar Laga Persahabatan, Pers Konawe Akui Penampilan Gemilang Pers Konsel

4 April 2021 - 06:01 WIB

Trending di Konawe