Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Konawe · 4 Des 2023 14:15 WIB ·

Ajang STC, Trinop Tijasari Tampil dengan Pakaian Motif Pinetoto’ono


					Ajang STC, Trinop Tijasari Tampil dengan Pakaian Motif Pinetoto’ono Perbesar

UNAAHA, SULTRAHEADLINECOM. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe, Trinop Tijasari tampil anggun di ajang Sultra Tenun Carnaval (STC), Minggu malam (3/12/2023).

Trinop tampak dengan busana serba merah. Busana itu dihiasi motif khas yang disebut motif Pinetoto’ono yang diangkat dari legenda Wekoila.

“Kami akan tampil dengan kostum bernuansa merah. Warna merah melambangkan kebangsawanan dan simbol keberanian,” ungkap Trinop

Menurut istri Penjabat (Pj) Bupati Konawe Harmin Ramba itu, Pinetoto’ono memiliki arti manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia, berakal budi, memiliki jiwa kepemimpinan dan mempersatukan tua, muda, miskin, kaya, tanpa membeda-bedakan. Pinetoto’ono merupakan gambaran umum masyarakat Kabupaten Konawe.

Lanjut Trinop, Pinetoto’ono atau orang atau manusia memiliki akal budaya dan budi pekerti. Pinetoto’ono juga memiliki makna empat rahasia dari sifat manusia yang harus ditutup pada dirinya yaitu takdir, jodoh, rejeki, dan kematian.

“Saya berharap seluruh masyarakat Konawe bisa mengikuti dan menyaksikan penampilan Fashion Show Dekranasda Konawe,” harap Trinop.

Diketahui, Masyarakat Tolaki menempati sebuah wilayah di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi; suatu wilayah di mana arah matahari terbit dialiri dua sungai yang sangat besar, dan hulu sungainya tidak jauh dari danau Towuti.

Pada masa sebelum terbentuknya Kerajaan Konawe, terdapat empat kerajaan kecil yang saling berinteraksi yaitu
Kerajaan Padangguni, Kerajaan Besulutu,
Kerajaan Watumendonga dan Kerajaan Wawolesea

Sebagai kerajaan adidaya, Padangguni memindahkan pusat pemerintahannya di Inolobonggadue Unaaha. Setelah perpindahan tersebut muncul seorang perempuan berparas cantik di dampingi 40 pengawal lengkap dengan persenjataannya yang bernama Wekoila.

Wekoila diperbolehkan tinggal di Unaaha dengan syarat menikah dengan Putra Toramalangi yaitu Ramandalangi yang bergelar Langgai Moriana dan berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Kerajaan Konawe

Awal abad ke 11, Wekoila dilantik menjadi Raja Pertama Kerajaan Konawe. Wekoila membuat berkehidupan Masyarakat Tolaki yang disebut O’sara atau Kalo Sara. Kalo Sara ini kemudian menjadi adat budaya falsafah Tolaki.

Penulis : Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Bupati Konawe Pimpin Apel Siaga Karhutla dan Kekeringan 2026, Tekankan Sinergi Lintas Sektor

2 September 2026 - 14:02 WIB

Buka Festival Bahari 2026, Bupati Konawe Gerakkan Ekonomi Pesisir

1 September 2026 - 04:08 WIB

Trending di Konawe