Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Politik · 12 Agu 2023 06:35 WIB ·

Abaikan Rekom Fraksi, PAN Murka, Ardin Bakal Dilapor ke DPP


					Abaikan Rekom Fraksi, PAN Murka, Ardin Bakal Dilapor ke DPP Perbesar

UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM- Penetapan rekomendasi calon Penjabat (Pj) Bupati Konawe oleh DPRD setempat berakhir dengan polemik. Perwakilan dari Fraksi PAN merasa dirugikan atas rekomendasi yang tidak mengakomodir nama calon yang mereka usulkan.

Fraksi PAN melalui Ketuanya, Nuryadin Tombili mengaku kecewa dengan hasil rekomendasi yg dikeluarkan oleh DPRD, melalui Ketua DPRD Konawe, Ardin. Menurutnya, Ketua DPRD berperan penting dalam penunjukan Pj Bupati sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati dan Penjabat Wali Kota, dalam norma pasal 9 angka 1 huruf C.

Nuryadin menerangkan, Fraksi PAN yang tergabung dalam Fraksi Gemilang (memayungi PAN, Golkar & Nasdem) telah merekomendasikan satu nama tunggal sebagai calon Pj Bupati Konawe. Nama itu ialah Sekda Konawe, Ferdinand Sapan.

Nuryadin menerangkan, fraksinya sendiri merupakan fraksi paling besar dan menguasai kursi di DPRD Konawe. Atas dasar itulah Nuryadin dan anggota fraksi lainya optimis jika Ferdinand bakal terakomodir. Kenyataannya tidak ada nama Ferdinand yang diusulkan. 

Lanjut Nuryadin, kekecewaan itu kian terasa mengingat Ketua DPRD Konawe berasal dari Fraksi PAN. Ardin selaku pengambil keputusan akhir, dinilai  tidak mampu mengakomodir kepentingan partainya. 

Atas hal tersebut Fraksi PAN mengajukan “Mosi Tidak Percaya” terhadap Kepemimpinan Ketua DPRD Konawe, Ardin. Menurutnya, mosi tidak percaya itu akan jadi bahan acuan untuk dilaporkan ke DPD PAN Konawe.

“Kami akan lapor DPD PAN Konawe. Semoga bisa ditindaklanjuti ke DPP PAN agar yang bersangkutan diberi sanksi,” tegas Nuryadin.

Untuk diketahui, Fraksi PAN sendiri memiliki 8 kursi di DPRD Konawe. Jika di tambah dengan Golkar 2  dan Nasdem 2, total kursi dari Fraksi Gemilang mencapai 12 kursi yang menjadikannya fraksi dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Konawe. Fraksi ini mengusulkan secara tunggal Ferdinand Sapan sebagai calon Pj Bupati Konawe.

Sebelumnya, ada enam nama yang sebelumnya diusulkan lima fraksi di DPRD Konawe. Mereka adalah Ferdinand Sapan (Sekab Konawe), La Ode Muhajirin (Pejabat Kemendes-PDTT), Ramadhan Tosepu (Akademisi UHO), Muliadi (Karo Pemerintahan Pemprov Sultra), Harmin Ramba (Kepala Kesbangpol Sultra) dan Syahril Abdul Raup (Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari).

Enam nama itu kemudian mengerucut menjadi tiga nama, yakni Harmin Ramba, Syahril Abdul Rauf dan La Ode Muhajirin. Ketiga nama inilah yang diusul ke Kemendagri. Nama Ferdinand tidak ada, meski didukung dengan fraksi dengan kursi terbanyak.

ibas

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional

6 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Solidkan Barisan, PAN Sultra Mulai Manuver Politik Massif

29 April 2026 - 09:44 WIB

LA Klaim Konawe Basis Kemenangan Pada Pilgub Sultra Bisa Capai 70 Persen

19 Juni 2024 - 08:38 WIB

Bawaslu Konawe Buka Pendaftaran Panwascam Pilkada di 13 Kecamatan

3 Mei 2024 - 14:25 WIB

Nahkodai TKD Prabowo-Gibran Konawe, Fachry Target Menang 70 Persen

24 November 2023 - 10:59 WIB

Fachry Ditunjuk Jadi Korwil Relawan Prabowo-Gibran di Sultra

5 November 2023 - 05:21 WIB

Trending di Politik