Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Lingkungan · 26 Nov 2022 02:04 WIB ·

Nasib Satwa Endemik di Hutan Routa Setelah Dikonversi Jadi Kawasan Industri


					Nasib Satwa Endemik di Hutan Routa Setelah Dikonversi Jadi Kawasan Industri Perbesar

Oleh :Sukmawaty
Mahasiswa Pasca Sarjana Administrasi Pembangunan Universitas Halu oleo

Daerah Kabupaten Konawe saat ini menjadi episentrum investasi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pasalnya daerah yang dipimpin Bupati Kery Saiful Konggoasa ini menjadi salah satu pendukung kebijakan investasi program nasional. Atas dasar itu, Pemerintah Pusat memberikan dukungan dan respon positif atas berjalannya ekonomi perindustrian di daerah Konawe. Selama beberapa tahun ini, kebijakan pusat terus membantu memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Konawe dengan  investor. 

Pemerintah Kabupaten Konawe berhasil membuka kawasan mega industri di wilayah sebelah timur daerahnya, tepatnya di Kecamatan Morosi. Kini ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat itu mulai menyasar pembukaan kawasan mega industri baru di wilayah ujung paling barat Konawe, persisnya di Kecamatan Routa. Kebijakan ini pun tidak lepas dari peran serta dan dukungan dari pemerintah pusat. 

Daerah Routa secara geografis bagian wilayah administratif Kabupaten Konawe. Karena letaknya  berada di wilayah paling ujung barat, sehingga daerah tersebut diapit dengan daerah lainnya , yakni berbatasan  Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah. Daerah ini memang dari dahulu dikenal memiliki sumber potensi sumber daya alam yang melimpah yang menjadi incaran pengusaha tambang mineral dan kandungan alam jenis lainnya, sebagai bahan mentah usaha produksi perindustrian di pasar global. 

Atas dukungan dan respon baik Presiden Joko Widodo, maka Bupati Kery Saiful Konggoasa resmi membuka peluang investasi di Routa. Saat ini investor yang siap menanamkan modalnya di Routa yakni PT. Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) yang  akan menginvestasikan modalnya sebesar Rp 58 triliun. Dana investasi itu spektakuler melebihi besaran dari nilai investasi di Morosi.  Di kawasan mega industry di Routa direncanakan berdiri beberapa pabrik smelter dan baterai,  bahan dasar kendaraan yang bertekhnologi tinggi menggunakan tenaga listrik.  Sesuai dengan komitmennya, janji perusahaan itu untuk menanamkan modalnya di Routa tahun 2022 ini bertahap mulai direalisasi. 

Faktanya investor swasta asal negeri Tiongkok  ini sudah mulai  mengeksplorasi lahan seluas 3.563 hektare dengan mengerjakan pembangunan kompleks perindustrian serta infrastruktur penunjang lainnya. Terkait dengan itu, Pemerintah Kabupaten  Konawe  memberikan support sebagai bentuk dukungan percepatan pembangunan kawasan industri di Routa itu. Dukungan pemerintah, di antaranya dengan mempercepat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Routa. Kebijakan itu untuk mendukung progres pembangunan kawasan industry supaya tidak mengalami hambatan administrasi. Apalagi target tahap proses produksi direncanakan akan dimulai pada 2024 nanti. 

Kehadiran perusahaan tersebut menjalankan usaha di Kecamatan Routa memang memberikan harapan  besar terhadap masyarakat lokal. Karena perusahaan telah mengestimasikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu pekerja. Bahkan baru  di tahap pekerjaan konstruksi saat ini sudah mengakomodasi perekrutan  tenaga kerja dari masyarakat sebanyak 250 orang, sebagai buruh tenaga konstruksi.

Dampak positif terhadap masuknya investor di Routa dan beberapa daerah lainnya di Konawe  nampak memberikan kontribusi besar untuk daerah yang berada di jazirah daratan Sultra ini. Sehingga menjadi perhatian besar dari pemerintah karena menjadi tumpuan harapan masyarakat sekitarnya untuk keluar dari persoalan krusial yang selama ini belum tuntas dikerjakan mandiri oleh pemerintah dari periodesasi ke periode pemerintahan lainnya.  Utamanya dalam aspek percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan  daerah serta pengentasan angka kemiskinan. 

Bahwa  hadirnya investor dapat membuka ketertinggalan daerah , misalnya dalam aspek infrastruktur terjadi pemerataan pembangunan,  dimana sebelumnya fokus pekerjaan infrastruktur  pemerintah cenderung mengarah ke wilayah ibu kota saja dengan dalih anggaran negara yang terbatas, namun   dengan hadirnya investor dapat membuka pembangunan daerah di sudut kota yang selama ini terisolir, seperti Kecamatan  Morosi dan Routa. Sedangkan dalam aspek pertumbuhan ekonomi terjadi peningkatan daya beli masyarakat sehingga menumbuhkan pelaku UMKM, maka dengan itu perputaran ekonomi semakim membaik. Hal ini terjadi atas implikasi masyarakat sudah merata memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Kemudian dengan adanya pekerjaan dan penghasilan tetap , masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dan urusan  sehari-hari keluarganya, dan dengan  itu masyarakat akan keluar dari status kemiskinan karena pada hakikatnya jika pengangguran menurun maka outputnya adalah kemiskinan pun ikut menghilang. 

Dapat dikatakan jalan untuk mencapai tujuan pemerintah mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sudah di depan mata. Dalilnya sagat jelas bahwa keberadaan investor membawa perubahan besar. Namun, ada hal lain yang harus menjadi perhatian bersama, bahwa selain aspek sosial dan ekonomi, pemerintah harus turut mempertimbangkan aspek lainnya, seperti aspek budaya dan lingkungan hidup. 

Daerah Kecamatan    Routa memiliki luas 218.858 hektare dengan jumlah 1 kelurahan dan 8 desa , sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 2.114 jiwa berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Konawe pada tahun 2016. Potensi daerah di Routa meliputi perkebunan lada, peternakan  dan pertambangan nikel dan batu gunung. 

Sejak masuknya investor mengeksplorasi lahan di Routa untuk membangun kawasan industri maka secara spontanitas masyarakat mulai meninggalkan usaha ekonominya di bidang perkebunan lada dan peternakan. Pasalnya sejumlah aset tanah perkebunan dan peternakan dikonversi secara sporadis. Padahal konversi lahan ini bisa menjadi penyebab ancaman besar bagi keberlangsunan keragaman hayati di Konawe, khususnya di Kecamatan Routa. Sehingga pemerintah perlu mempertimbangkan dengan baik agar kebijakannya dapat seimbang mengatur seluruh kepentingan yang menjadi  kemaslahatan umum. 

Daerah Routa membentang hutan lindung. Sehingga sebelum  dialihfungsikan lahan secara total menjadi area kawasan mega industri , maka perlu dilakukan identifikasi isu-isu terhadap kajian dampak lingkungan hidup. Dengan demikian keseimbang ekosistem masih dapat terjaga dari hal -hal lain yang memungkinkan terjadinya bencana alam. Selain  tentang isu lingkungan. Terdapat informasi terkait spesies langka yang berada di Kecamatan Routa. Bahwa di hutan Routa masih menjadi habitat bagi satwa endemik Sulawesi, seperti Anoa. Kemudian keunikan lainnya karena di daerah ini terdapat salah satu situs arkeologi asal usul Suku Tolaki. 

Kehadiran investor memang sangat memberi sumbangsih pada pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Namun bukan berarti kehadirannnya justru harus mengorbankan kepentingan lainnya. Karena jika dibiarkan  kegiatan  land clearing hutan di Routa oleh investor saat ini akan berdampak buruk terhadap masa depan daerah ini utamanya terhadap aspek keberlanjutan lingkungan hidup.

Terkait dengan itu, pemerintah harus duduk bersama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara dan pemerhati lingkungan serta  stakeholder terkait lainnya untuk segera membahas dan mencari solusi terbaiknya. Paling tidak terkait dengan itu perlu ada kebijakan  menciptakan kawasan konservasi baru.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Pj. Bupati Konawe Puji Pengelolaan Lingkungan PT SCM

21 Mei 2024 - 11:37 WIB

Penertiban Usaha Ayam Potong yang Diduga Cemari Lingkungan, DLH Konawe Tunggu Komplain Masyarakat

7 September 2022 - 12:58 WIB

Potret Kartini Jaman Now di MI Morosi, Bersaing dengan Kaum Adam Demi Hidup Mandiri

21 April 2021 - 23:38 WIB

Dua Perusahan Tambang di Konawe Gunakan Jalan Kabupaten Tanpa Isin

29 Juli 2020 - 02:11 WIB

PKK Konawe Distribusi Logistik kepada Korban Banjir di Wonggeduku

24 Juli 2020 - 14:36 WIB

17 Kecamatan di Konawe Terendam Banjir, Wabup Sebut Illegal Loging Salah Satu Penyebabnya

20 Juli 2020 - 10:54 WIB

Trending di Lingkungan