Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Lingkungan · 26 Mei 2018 03:27 WIB ·

Aliran DAS di Konawe Masih Normal


					Pelakasana Tugas (PLT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) H Dedet Ilnari Yusta Perbesar

Pelakasana Tugas (PLT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) H Dedet Ilnari Yusta

Pelakasana Tugas (PLT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) H Dedet Ilnari Yusta

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM — Pelakasana Tugas (PLT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) H Dedet Ilnari Yusta megatakan, status Daerah Aliran Sungai (DAS) besar di Konawe masih dalam status normal. DAS yang dimaksud Konaweeha dan Lahambuti.

Hal itu diungkapkannya lantaran munculnya kekhawatiran masyarakat atas akan meluapnya aliran sungai di keperkampungan sebagaimana yang terjadi di Konawe Utara (Konut).

“Masih normal-normal saja,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (25/5/2018).

Dikatakan, hujan rutin beberapa hari ini memang membuat tinggi muka air di DAS membesar. Namun kerena beberapa jaringan irigasi masih bisa menstabilkan debit air yang megalir ke sungai-sungai. Sehingga masih bisa dianggap normal.

“Tapi meski demikian kita tetap mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap siaga,” terangnya.

Hal itu, kata dia, karena hujan intensitas tinggi belum bisa diprediksi sampai kapan berhenti.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan Balai Besar Sulawesi (BWS). Melalui lembaga tersebut pihak memgeluarkan informasi warning sistem. Atau peringatan dini.

“Kita hanya siap melakukan tindakan jika terjadi bencana. Termasuk dengan persiapan logistik,” jelasnya.

Terkait dengan anggaran logistik, lanjut ia, itu disiapkan daerah melalui dana kontigensi bersumber dari APBD . Melalui pos bantuan BPKAD. Dan dana tersebut selalu siap.
Sedangkan BPBD itu sendiri hanya menyusun dan merencanakan penggunaannya.

“Dalam konteks logistik kita hanya menghitung jumlah kebutuhan yang akan dibiyai saat peristiwa bencana. Baik itu bentuk sandang, pangan dan papan mapun rehabilitasi perbaikan infrastrukturnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jumlah tim reaksi cepat terlatih di BPBD Konawe berjumlah 30 orang. Sedangkan relawan telatih juga berjumlah 100 orang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Konawe.

Tim ini telah dipersiapkan secara profesional untuk menangani ketika terhadi bencana di lapangan. Sedangkan potensi bencana alam di Konawe terdiri dari banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung.

Daerah rawan banjir bandang meliputih Kecamatan Lambuya, Wonggeduku, Pondidaha, Sampara, Amonggedo, Bondoala dan Kapoila.

Kemudian rawan tanah longsor diantaranya Kecamatan Asinua, Sampara dan Besulutu.
Sedangkan daerah rawan puting beliung menyebar di wilayah Kecamatan Onembute, Abuki dan Padangguni. Daerah ini sudah sering terjadi karena daerahya datar dengan lahan terbuka.

“Anomali cuaca tidak bisa kita prediksi. Dan bencana itu kapan saja bisa datang. Jadi kita sebisa mungkin atau setiap saat harus bisa waspada ketika sudah melihat tanda-tanda alam,” tutupnya. ***


Penulis: Iin
Editor: Redaksi

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Pj. Bupati Konawe Puji Pengelolaan Lingkungan PT SCM

21 Mei 2024 - 11:37 WIB

Nasib Satwa Endemik di Hutan Routa Setelah Dikonversi Jadi Kawasan Industri

26 November 2022 - 02:04 WIB

Penertiban Usaha Ayam Potong yang Diduga Cemari Lingkungan, DLH Konawe Tunggu Komplain Masyarakat

7 September 2022 - 12:58 WIB

Potret Kartini Jaman Now di MI Morosi, Bersaing dengan Kaum Adam Demi Hidup Mandiri

21 April 2021 - 23:38 WIB

Dua Perusahan Tambang di Konawe Gunakan Jalan Kabupaten Tanpa Isin

29 Juli 2020 - 02:11 WIB

PKK Konawe Distribusi Logistik kepada Korban Banjir di Wonggeduku

24 Juli 2020 - 14:36 WIB

Trending di Lingkungan