Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Kasuistik · 9 Apr 2021 10:01 WIB ·

Diteror Rasa Takut, Ibu-ibu Pedagang di Kawasan VDNI Mencari Keadilan ke Polsek Bondoala


					Diteror Rasa Takut, Ibu-ibu Pedagang di Kawasan VDNI Mencari Keadilan ke Polsek Bondoala Perbesar

UNAAHA.SULTRAHEADLINE.COM. Aksi demonstrasi yang kerap terjadi di sekitar kawasan industri pabrik nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), seakan menjadi momok menakutkan dan teror bagi para pedagang di kawasan tersebut.

Pasalnya, aksi yang kerap berujung anarkis hingga terjadinya pengrusakan itu, ibarat sebuah malapetaka yang tidak terduga bagi para pedagang. Karena lapak hingga dagangan mereka, turut menjadi sasaran kebrutalan para pendemo, akibatnya kerugian hingga jutaan rupiah tidak bisa dihindari para penjual yang hanya menggantungkan hidupnya dengan berdagang itu.

Untuk meminimalisir rasa ketakutan mereka, para pedagang yang didominasi para ibu-ibu sepakat untuk mengadu ke Polsek Bondoala pada Kamis (08/04/2021) kemarin. Dengan harapan korps Bhayangkara itu bisa memberikan rasa aman kepada pedagang setiap kali terjadi demo yang berujung anarkis itu.

Salah satu perwakilan ibu pedagang berinisial DYT yang dimintai keterangan saat mengadu di Polsek Bondoala, mengaku resah dan ketakutan akibat aksi anarkis yang kerap terjadi akhir-akhir ini, hal ini berdampak buruk terhadap para pedagang.

“Kami trauma, usaha kami tidak bisa jalan. Kami sekarang merasa tidak nyaman selalu was-was, karen jangan sampai ada lagi kejadian,” ujar warga Desa Puurui itu.

Menurutnya, akibat dari kerusuhan yang kerap terjadi juga memberi dampak negatif terhadap anak-anak warga yang ada di lokasi kawasan pedagang itu.

“Kita punya anak-anak yang masih kecil, kami tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita gara-gara keributan itu. Kami takut kejiwaan anak kami terganggu,” resahnya.

Sehingga dengan kedatangan mereka ke Polsek Bondoala, ia dan para pedagang lainnya sangat berharap aparat Kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang aman dan tentram untuk pedagang setempat.

“Saya bersama ibu-ibu yang lainnya melaporkan ke Kepolisian agar tindakan serupa tidak terjadi lagi. Dan kami harap ini bisa menjadi perhatian Kepolisian karena kami merasa terancam dengan kejadian-kejadian begitu,”ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bondoala, Iptu Reginald Sujono, yang dikonfirmasi melalui via selulernya membenarkan laporan dari ibu-ibu pedagang. Dengan aduan terkait keresahan akibat dampak buruk dari kerusuhan yang kerap terjadi di kawasan pedagang seputaran kawasan industri itu.

“Iya benar, tadi ada banyak ibu-ibu pedagang yang datang mengadu kepada kami di Polsek Bondoala. Mereka berharap agar tidak lagi terjadi aksi-aksi sedemikian rupa. Sebab, selain membuat usaha mereka terhambat juga memberi efek trauma bagi anak-anak setempat. Selanjutnya laporan mereka akan kami tindaklanjuti,” tuturnya

Penulis: Dedy/SH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional

6 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital

23 September 2026 - 04:11 WIB

Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026

22 September 2026 - 14:28 WIB

Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

5 September 2026 - 14:39 WIB

Penyegaran Birokrasi Konawe: Wabup Lantik Puluhan Pejabat Baru

5 September 2026 - 13:47 WIB

Berkunjung ke Mubar, Kementerian ESDM Pastikan Tambahan Kuota dan Perbaikan Distribusi BBM

4 September 2026 - 12:51 WIB

Trending di Muna Barat