Menu ✖

Mode Gelap
Kunker ke Sultra, Menko Pangan Tegaskan Komitmen Ketersediaan Pangan Nasional Ridwan Bae Prioritaskan Muna Barat, Dorong Program Jalan dan Irigasi Konawe Bersiap Gelar Bulan Inovasi dan Perkuat Satu Data Digital Konawe Raih Penghargaan Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Sultra 2026 Gotong Royong Polsek Meluhu dan Warga Timbun Jalan Poros Meluhu-Lasolo

Edukasi · 17 Nov 2020 14:09 WIB ·

Dikbud Validasi Data Base Guru Honorer di Konawe


					Dikbud Validasi  Data Base Guru Honorer  di Konawe Perbesar

Suryadi


UNAAHA, SULTRA HEADLINE.COM. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe , Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini sedang melakukan pendataan untuk memverifikasi dan validasi data guru honorer yang saat ini aktif mengabdikan diri di sekolah negeri di Konawe, mulai dari jenjang PAUD , SDN dan SMPN. 


Tujuannya untuk menertibkan data base guru honorer di lingkup Dikbud setempat .


Hal itu dikatakan Kepala Dikbud Konawe Suryadi saat dikonfirmasi via telepon , kemarin.


Dikatakannya, pendataan tersebut semata-mata sebagai bahan penginputan untuk menginvetarisir guru honorer yang masih aktif. Karena dalam data base Dapodik yang selama ini menjadi acuan Dikbud dianggapnya kurang uptudate .


“Kalau saya melihat dalam data Dapodik itu masih ada kekeliruan. Karena masih adanya guru honor yang sudah tidak aktif lagi. Namun masih terdaftar dalam sistem data itu, sebaliknya ada guru honorer yang sudah lama mengabdikan diri tapi tidak terdata dalam sistem itu. Sehingga ini alasan kita melakukan pendataan ulang,” ujarnya.


Ia mengaku, mengenai kebijakan ini, pihaknya melakukan kerja sama dengan salah satu Forum Guru Honorer di Konawe untuk mengindentifikasi guru-guru yang sedang bekerja aktif menjadi guru honorer di masing-masing kecamatan. Data tersebut kemudian dipadukan dengan sistem data manual Dikbud setempat. Seperti daftar pembayaran insentif guru melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).


“Jadi pendataan ini tidak ada hubungannya dengan program honor daerah (Honda), P3K dan CPNS, ini murni untuk validasi data guru honorer di lingkup Dikbud Konawe,. Waktu pendataan ini kita batasi sampai minggu ini,” terangnya.

“Ini sebagai bentuk perbaikan data di internal Dikbud sendiri. Seperti yang kadang disebutkan pak bupati (Kery) , kita harus mengidentifikasi supaya tidak terjadi honorer siluman atau SK siluman,” ujarnya.


Menurutnya, sejauh ini guru honorer di Konawe berjumlah 2000-an orang tersebar di 29 kecamatan yang ada. Kemudian  insentifnya dibayarkan melalui dana BOS. Sedangkan besarannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah.namun mengenai hal ini Dikbud masih berjuang agar dapat dialokasikan untuk insetif tambahan dari daerah.


“Pentingnya ada validasi data ini. Bahwa manakalah kedepan ada kebijakan pusat atau daerah berkaitan dengan kebijakan kesejahteraan atau perbaikan status para guru honorer . Maka data kita sudah siap, jadi tidak ada lagi yang dirugikan,” katanya.


“Karena banyak pengalaman ada oknum biasa datang tiba-tiba datang mengurus berkas seolah -olah aktif mengajar di sekolah setelah mendengar ada kebijakan untuk perbaikan nasib para guru honorer. Jadi segera kita antisipasi hal-hal yang seperti ini,” paparnya. (B)


Penulis : Ibas

Editor : red

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Lainnya

Dr. Basrin Melamba Resmi Nahkodai IAI Rawa Aopa Konsel

17 Januari 2026 - 13:35 WIB

IGI Konawe Dilantik, Usung “Spirit Kalosara” untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

1 November 2025 - 11:04 WIB

Minim Ruang Belajar, SDN 1 Anggotoa Sekat Kelas jadi Dua Bagian Menggunakan Triplek

17 Mei 2025 - 15:07 WIB

53 Mahasiswa Asal Routa Terima Bantuan Pendidikan PT.SCM

13 Mei 2025 - 07:16 WIB

Hardiknas, Memperkuat Dedikasi dan Edukasi pada Dunia Pendidikan

6 Mei 2025 - 10:59 WIB

Pemkab Konawe Bersama PT VDNI Resmikan Sekolah Dasar Termegah di Sultra

4 Januari 2024 - 06:28 WIB

Trending di Edukasi