Kelurahan Toriki jadi Pilot Project Pengembangan Desa Cinta Statistik Program BPS RI

0
BPS saat menyerahkan dokumen Descan kepada Pemkab Konawe di laksanakan di pelataran kantor bupati setempat. Foto. Doc/ SH.

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Kelurahan Toriki, Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpilih sebagai pilot project Kelurahan/Desa Cinta Statistik(Cantik) yang merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.

Pengambilan kebijakan ini pasca launching pada Juni 2022 lalu, BPS telah menuntaskan kegiatan sensus kewilayahan di Kelurahan Toriki. Kemudian data tersebut dibuat dalam bentuk dokumen dan telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, pada awal pekan ini.

Dokumen desa/kelurahan Cantik di Konawe itu diserahkan Kepala BPS Konawe, Sultriawati Efendy kepada Sekretaris kabupaten (Sekab), Ferdinand Sapan.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand Sapan mengatakan, dokumen kelurahan Cantik di Toriki yang diserahkan, merupakan data program yang menjadi wujud kolaborasi antara Pemkab-BPS lewat memorandum of understanding (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani. Dalam nota kesepahaman tersebut, Pemkab Konawe dan BPS saling mendukung pengembangan desa/kelurahan Cantik sesuai Tupoksi masing-masing.

“Kita inginkan seluruh data-data makro maupun sektoral yang menjadi kewenangan BPS dan juga menjadi tanggung jawab Pemkab dapat saling mendukung. Satu diantaranya melalui program desa/kelurahan Cantik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3A Konawe Bakal Buka Layanan Pengaduan Online

Ferdinand menuturkan, program desa/kelurahan Cantik mendorong pemerintahan di tingkat paling bawah untuk memberikan informasi serta validasi data terbaru melalui kegiatan sensus. Program itupun dinilai sangat efektif karena bersifat online sehingga bisa diakses khalayak ramai.

“Ada aplikasi yang digunakan oleh BPS. Jadi, semua informasi tentang hal-hal yang sifatnya makro maupun sektoral ada di situ. Entah itu data kependudukan, sosial, tenaga kerja dan sebagainya. Semua pihak bisa mengakses data tersebut,” beber mantan Kepala BPKAD Konawe itu.

Ferdinand menambahkan, data valid dalam bentuk dokumen yang diserahkan tersebut, khusus kelurahan Toriki saja. Namun saat ini pula, BPS juga tengah melakukan pendataan statistik terhadap 22 desa/kelurahan di Konawe. Pendataan tersebut dilakukan tim yang telah dilatih oleh Pemkab Konawe dan BPS.

“Ini juga untuk memberikan dukungan kepada desa/kelurahan terkait dengan kondisi wilayahnya. Sehingga nanti, pimpinan daerah dan DPRD akan mengambil kebijakan yang tepat berdasarkan informasi riil dari lapangan,” tutup mantan kepala Kesbangpol Konawe itu.

Penulis: Dedy/SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here