Bupati KSK Perjuangkan Nasib Honorer Hingga di Senayan

0

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Perjuangan Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kery Saiful Konggoasa (KSK) untuk memberi kesempatan ke tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukannya.

Beberapa waktu lalu, Bupati dua periode itu bertandang ke Jakarta tepatnya ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB).

Upaya yang dilakukan mantan ketua DPRD Konawe itu, adalah untuk menjawab kecemasan para tenaga honorer pasca munculnya kebijakan pusat berkaitan dengan wacana penghapusan tenaga honorer di semua daerah di Indonesia.

Karena menurut KSK wacana penghapusan tenaga honorer tentunya akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan tidak berjalan maksimalnya roda pemerintahan di daerah yang dipimpinnya.

“Bertemu dengan Menteri Menpan RB merupakan langkah yang tepat untuk mencari solusi bagi tenaga honorer yang terutama untuk Konawe yang memang sangat diperlukan untuk membantu jalannya roda pemerintahan di daerah,” terangnya beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, dalam pertemuan dengan Menpan RB, Pemkab Konawe diberikan peluang untuk melakukan seleksi CASN pada akhir 2022 ini. Hal ini tentunya adalah kesempatan bagi warga Konawe untuk menjadi abdi negara.

BACA JUGA :  Pencapaian PAD Tiga Dinas di Konawe Ini Anjlok, Menanti Sanksi Bupati

“Ini kabar baik dan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Konawe, karena akan memberikan kesempatan besar untuk menjadi ASN. Untuk itu selaku Bupati Konawe saya memberikan apresiasi terhadap pemerintah pusat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Konawe, Ilham Jaya menjabarkan, secara umum ASN saat ini terbagi dua, yakni ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau biasa disebut P3K. Pengadaan ASN 2022 yang bakal dilakukan Kemenpan-RB bakal fokus pada penerimaan P3K.

“Untuk juknis (petunjuk teknis) lebih lanjut kita masih akan menunggu dari Kemenpan-RB. Namun, untuk penerimaan P3K kali ini kurang lebih akan sama dengan seleksi yang sebelumnya dan akan dilakukan tahun ini,” jelasnya.

Terkait honorer, Ilham mengatakan, hal tersebut beda konteks dengan penerimaan ini. Kata dia, pengumpulan berkas K2 dan honorer yang dilakukan belum lama ini bertujuan untuk pemetaan kebutuhan pegawai. Bisa jadi untuk kebutuhan 2023.

“Sedangkan pengadaan ASN 2022 ini hanya akan berfokus pada penerimaan P3K. Semoga informasi dari pusat cepat keluar, sehingga bisa kita sebarluaskan,” tutupnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here