Komitmen KSK Bangun Pertanian dari Hulu ke Hilir

0
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat menghadiri panen raya di salah satu daerah basis pengembangan sawa di Konawe.Foto Doc/ SH.

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berkomitmen untuk memberikan perhatian pada sektor pertanian, karena sektor ini mempunyai peran yang vital bagi pembangunan daerah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keseriusan Pemkab Konawe dalam peningkatan sektor pertanian, salah satunya dengan terus mendukung petani setempat seperti melalui pemberian subsidi pupuk, bibit dan alat-alat pertanian.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) mengatakan pertanian adalah sektor strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dari hulu ke hilir.

Menurut Bupati dua periode itu, pertanian yang menjadi sektor penyelamat di tengah resesi ekonomi ini harus mendapat perhatian bersama. Tidak hanya berkonsentrasi pada output atau hasil pertanian saja, tapi juga kesejahteraan para petani.

“Keberpihakan kami kepada petani itu wajib, maka prinsip kami untuk sektor pertanian ini adalah untuk memantapkan arah pembangunan sektor pertanian Konawe dari hulu ke hilir. Ini yang harus kami buktikan,” ujarnya.

Kery juga mengakui jika sektor pertanian ini sangat penting. Salah satunya, karena ikut membantu meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui perluasan lapangan kerja.

“Sektor pertanian, merupakan program prioritas jangka panjang dalam menunjang kehidupan masyarakat. Artinya, suatu daerah baru bisa dikatakan berkembang apabila sektor pertaniannya terus dihidupkan,” katanya.

Berdasarkan dari hasil petani yang melimpah dibeberapa Kecamatan, Bupati Kery Saiful Konggoasa, mengaku optimis jika program visi misi sejuta ton gabah di periode kedua masa pemerintahannya bisa tercapai, sehingga kata dia, surplus beras yang ada di Konawe selalu dikirim untuk daerah lainnya di Sultra, bahkan keluar Sultra.

BACA JUGA :  HUT RI : Pemkab Evaluasi Kinerja Lima Program Prioritasnya

“Kerena peningkatan pertanian kita, kita berencana akan menyurat ke Bapak Presiden Jokowi agar daerah kita bisa diberi peluang untuk mengekspor beras ke negara China,” terangnya.

Selain peningkatan produksi, Pemda Konawe juga memantau harga gabah para petani pasca panen, dari tingkat petani sampai pengusaha penggilingan, karena dimana saat panen harga gabah kerap dimainkan para tengkulak yang dinilai merugikan petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Konawe, Gunawan Samad mengatakan, peningkat hasil produksi padi dari 2019 sampai sekarang terus mengalami peningkatan. Adapun realisasinya selama tiga tahun terkahir ini antara lain pada 2019 sebanyak 220 ton, 2020 naik 225 ton, dan 2021 naik 240 ton.

Selain tanaman padi, pihaknya juga terus mendorong Petani di daerah mengembangkan tanaman palawija seperti jagung dan kedelai dengan luas 4.448 hektar yang tersebar di beberapa wilayah.

“Budidaya jagung dan kedelai ini tersebar di beberapa kecamatan diantaranya Lambuya, Asinua dan Routa, sedangkan tempat penangkaran bibit kedelai terdapat di desa Wonuamonapa kecamatan Pondidaha dan potensi kedua komoditas palawija tersebut sangat baik terutama kedelai yang saat ini harga kedelai mencapai Rp11.000 perkilogram,” ujar Gunawan.

Penulis : dedy

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here