Rembuk Stunting Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Konawe

0

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting yang tengah gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus ditingkatkan.

Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting tersebut, Pemkab Konawe telah menggelar Rembuk Stunting yang membahas Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting sebagai wujud komitmen Pemkab dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Konawe.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan mengatakan, Pemerintah masih terus bekerja maksimal dalam mengatasi masalah stunting. Karena permasalahan stunting harus ditangani secara serius untuk menghindari hilangnya sebuah generasi penerus.

“Penanganan stunting harus melibat berbagai pihak, karena ini tidak akan berhasil jika hanya diserahkan pada sektor kesehatan semata, akan tetapi perlu pelibatan lintas sektoral, dan stakeholder juga,” terangnya.

Menurutnya, stunting bukanlah masalah kesehatan semata, namun stunting juga bisa dipengaruhi masalah sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, penanganan stunting memerlukan koordinasi dan partisipasi pemangku kepentingan seperti, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Masyarakat Umum, dan pihak-pihak terkait.

Dijelaskannya, percepatan penurunan stunting dibagi dalam 3 pendekatan. Pertama, pendekatan keluarga berisiko stunting yang dilakukan dengan pendekatan dari hulu yakni pencegahan lahirnya bayi stunting dan penanganan balita stunting.

BACA JUGA :  Pencanangan BIAN 2022, Bupati Konawe Ingin Kesehatan Anak-anak Terjamin

Selanjutnya kedua, melalui pendekatan multisektor dan multipihak yakni dengan bekerja sama dengan lembaga khusus yang berkepentingan untuk menangani stunting seperti organisasi profesi, universitas, dunia usaha, tokoh masyarakat, media dan mitra lainnya.

Ketiga pendekatan intervensi visi terpadu dengan melakukan intervensi dan spesifik yang berfokus pada kesehatan dan kecukupan gizi tiga bulan calon pengantin, ibu hamil, balita yang didukung dengan air bersih dan serta bantuan sosial.

“Yang menjadi perhatian utama dalam stunting adalah 1.000 hari kehidupan pertama dan keluarganya yang berisiko stunting,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Konawe, dr. Mawar Taligana mengatakan, inti dari rembuk stunting ini untuk komitmen bersama seluruh elemen yang terlibat. Mulai dari organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, kepala puskesmas dan semua yang terkait.

“Semua elemen yang terlibat berkomitmen untuk dilaksanakan dan saling koordinasi itu intinya,” tutupnya.

Sebagai upaya dalam pencegahan stunting beberapa waktu lalu Pemkab Konawe juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) agar penanganannya menjadi lebih fokus dan maksimal.

TPPS yang dibentuk mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan. Pada level Kabupaten, TPPS diketuai langsung Sekda Konawe, Ferdinand Sapan. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here