Dinas TPHP Konawe Ajak 48 Ribu Petani Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

0

UNAAHA, SULTRAHEADLINE.COM. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada petani.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama yang dilakukan pada pekan lalu, antara BPJS Ketenagakerjaan Sultra dan Pemkab Konawe yang diwakili Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP)

Kepala Dinas TPHP, Gunawan Samad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani terkait pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Ini sangat bagus bagi petani, Insyaallah kita akan support. Nanti kita juga akan sosialisasikan dulu kepada penyuluh pertanian maupun para gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Konawe, agar mereka bisa menjadi peserta aktif pada program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Irsan Sigma Octavian mengemukakan, pihaknya memang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan bagi pesertanya yang memiliki aktivitas usaha perekonomian. Dan secara tidak langsung program ini juga dapat membantu mewujudkan visi misi pemkab Konawe dalam hal mensejahterakan warganya.

BACA JUGA :  Wabup Launching Laika Mendidoha di Wawonggole

“Apalagi, dari kurang lebih 48 ribu petani di Konawe, belum ada yang masuk jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jadi masih minim sekali. Dan inilah yang akan menjadi sasaran kita ke depan,” ujarnya.

Dia memaparkan, untuk mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan itu, nilai premi yang dibayarkan petani juga terbilang ringan. Yakni, mulai dari Rp 16.800 perbulan, dengan perhitungan upah yang dilaporkan Rp 1 juta perbulan. Dengan iuran yang cukup murah itu, petani sudah terlindungi dua program sekaligus. Yakni, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. 

“Jadi, jika ada peserta kami meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka kami akan membayarkan 56 kali upahnya dalam sebulan. Misalnya upah yang dilaporkan Rp 1 juta, maka yang harus kita bayarkan itu sebesar Rp56 juta. Itupun belum termasuk biaya kubur dan santunan berkala selama dua tahun,” tutupnya.

Penulis: Dedy/SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here