Pemkab Konawe Tegaskan Perekrutan CTKL PT VDNI dan OSS Tidak Dipungut Biaya

0

UNAAHA.SULTRAHEADLINE.COM. Proses perekrutan Calon Tenaga Kerja Lokal (CTKL) PT VDNI dan OSS melalui jalur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dikuasai oleh para calo.

Para calo yang mengaku sebagai orang dalam perusahaan dan juga Pemkab Konawe, semakin nekad menawarkan jasanya media sosial, seperti Facebook. Tidak tanggung-tanggung para calo ini meminta sejumlah uang kepada CTKL mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.

Bahkan, sebelum mengikuti tahapan tes para CTKL harus menyetorkan uang muka atau DP kepada oknum yang mengaku orang dalam tersebut, sekitar Rp1 sampai Rp2 juta. Meski demikian ada juga CTKL yang tidak lolos meski sudah menyetor uang DP.

Salah satu CTKL yang lolos berkas di Pemda Konawe mengungkapkan, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 4 juta untuk bisa bekerja di PT VDNI. Ia harus membayarkan uang muka kepada oknum yang mengaku dari Pemda Konawe sebesar Rp1 juta. Sisanya, akan dibayarkan setelah dinyatakan lulus menjadi TKL.

“Awalnya saya ditawarkan sebesar Rp 6 juta. Namun, saya tawar karena kemampuan saya hanya Rp1 juta. Dan oknum itu kemudian menyuruh saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti tes yaitu foto copy KTP dan Kartu Keluarga. Setelah saya dinyatakan lulus, saya harus membayar sisanya,” kata TKL yang kini bekerja di Control Room PT. VDNI.

TKL lainnya yang juga lolos seleksi berkas Pemda, yang kini bekerja di Divisi Dump Truck juga punya cerita lain. Ia harus membayar mahar sebesar Rp6 juta untuk bisa lulus di divisi itu. Sebelum mengikuti tes, dirinya harus membayar DP sebesar RP 2 juta. Sisanya, dibayar setelah diterima menjadi pekerja di Divisi Dump Truck PT VDNI.

“Oknum itu mengaku dari Pemda dan menawarkan kepada saya. Dan bukan hanya saya yang ditawarkan. Sebelumnya ada yang urus dan dia lulus jadi saya mau juga diuruskan supaya bisa bekerja,” kata TKL yang juga tak mau disebutkan namanya.

Nasib baik dua TKL itu ternyata tak seberuntung calon TKL bernama, Fatmawati. Wanita itu telah membayar DP sebesar Rp1 juta. Uang itu ia serahkan kepada oknum dengan bukti kwitansi bermaterai. Isi kwitansinya bertuliskan “titipan sementara” belum mendapatkan panggilan. Uang pelicin itu telah ia bayarkan tanggal 10 Juni 2021 lalu kepada oknum yang menggaransikan dirinya.

BACA JUGA :  Pemkab Konawe Beberkan Alasan Belum Dipanggilnya Calon TKL Gelombang 4 PT VDNI dan OSS

“Sudah 4 mi saya tunggu belum ada. Saat itu saya ditawari Rp3,5 juta untuk lulus tes. Dan saya sudah DP tapi tidak ada kabar sampai sekarang. Dan kalau memang saya tidak bisa lulus uang saya bisa dikembalikan, karena uang itu juga saya pinjam,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Konawe, Sukri Nur mengatakan, perekrutan calon TKL di PT VDNI maupun PT OSS itu gratis. Dalam artinya, tidak ada pembayaran, kecuali biaya swab atau rapid Covid-19 yang menjadi salah satu syarat setelah lolos berkas.

“Jadi tidak membayar sepeserpun, semuanya dilakukan dengan gratis. Tujuan utama perekrutan diambil alih oleh Pemda Konawe salah satunya adalah untuk memangkas pungli yang sebelumnya kerap terjadi. Fokus kita adalah ingin menurunkan angka penganguran di Konawe, Sultra dan Indonesia. Dan itu sudah terbukti,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (12/10/2021).

Sukri mengungkapkan, di media sosial seperti FB, para pencari kerja, juga banyak yang menawarkan diri. Kadang membuat status FB dengan menuliskan kalau mereka ingin masuk kerja di divisi tertentu. Tak lupa juga disertakan dengan nomor HP dan WA.

“Mereka (para calon TKL) juga menyatakan di status FB- nya kalau uangnya siap. Hal itulah yang membuat para calo bermunculan untuk menawarkan diri bisa membantu,” jelas Sukri.

Sukri menambahkan, saat ini proses perekrutan TKL PT VDNI dan PT OSS masih terus berjalan. Setiap pendaftar kemungkinan besar pasti akan masuk. Namun diharapkan untuk bersabar mengantri, karena banyak pelamar ikut mendaftarkan diri.

“Kalau namanya belum keluar pada pengumuman saat ini, biasanya akan keluar pada pengumuman selanjutnya. Makanya harap bersabar. Yang jelasnya, proses penerimaan karyawan masih terus berjalan,” pungkasnya.

Penulis: Dedy/SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here