Dongkrak Perekonomian Sultra, PT VDNI Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Berbasis Stainless Steel Kelas Dunia

0

UNAAHA.SULTRAHEADLINE.COM. Kehadiran PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal bahkan hingga nasional.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama 5 tahun terakhir kontribusi sektor industri di Sultra mengalami peningkatan signifikan sebesar 0,93%. Untuk di Kabupaten Konawe sendiri terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 18,25%.

Keberadaan perusahaan yang telah beroperasi sejak 2014 lalu di bumi Konawe, semakin diperkuat pasca ditetapkannya Kawasan Industri Konawe dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 tahun 2020. Ditambah lagi PT VDNI masuk dalam Objek Vital Nasional subbidang mineral dan batubara berdasarkan Kepmen No77K/90/MEM/2019.

Berdasarkan pemantauan langsung yang dilakukan Tim dari Kementerian Perindustrian, yang dipimpin Direktur Perwilayahan Industri Ignatius Warsito, menilai jika keberadaan PT VDNI diyakini menjadi salah satu penggerak utama wilayah pusat-pusat pertumbuhan industri di Sultra.

“Kalau melihat kontribusinya saya pikir cukup signifikan, karena secara nasional itu sekitar 15%. Sehingga kontribusi produksi nikel PT VDNI diyakini akan meningkat sebesar 4 persen dalam beberapa tahun ke depannya,” jelasnya.

Ignatius tidak memungkiri jika kehadiran PT VDNI di Sultra memberikan dampak positif, karena telah menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan masyarakat sehingga mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi di daerah, serta meningkatkan penanaman modal.

BACA JUGA :  Pengumuman Pemanggilan Jadwal Rapid Tes dan Tes Lapangan Devisi Crew Umum Tahap 5 PT VDNI

“Realisasi investasi di kawasan tersebut sebesar Rp. 47 triliun dan telah menyerap tenaga kerja sekitar 16.515 orang. Ini menjadi sesuatu yang kita banggakan saat melihat percepatan realisasi investasi di Kawasan Industri Konawe,” ujar Ignatius, Kamis (3/6/2021).

Dikatakannya, kawasan industri yang didesain sebagai kawasan berbasis smelter feronikel ini, akan membuat industri pengolahan dan pemurnian berbasis nikel akan semakin menggeliat di Indonesia. Hal ini, sejalan dengan program peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.

“Seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia, terlebih lagi industri smelter inilah yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga diharapkan PT VDNI mampu menjadi pusat industri berbasis stainless steel berkelas dunia,” paparnya.

Demi meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional, lanjutnya, pihaknya berencana untuk terus mengembangkan operasional perusahaan, salah satunya berupa menambahan kebutuhan infrastruktur yaitu peningkatan akses jalan menuju kawasan industri dan percepatan perizinan SIPA atau untuk air baku yang sampai saat ini belum terbit.

“Mengenai hal ini tengah diupayakan, karena kita dari Kementerian Perindustrian bersama Balai Pengelolaan Jalan Nasional sudah melakukan pendataan, Selain itu Kementerian PUPR telah melihat langsung kendala tersebut, selanjutnya tinggal menunggu koordinasi selanjutnya saja,” tutupnya.

Penulis : Dedy/SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here