Ciptakan Lapangan Kerja Untuk TKL, Wabup Ajak PT UAM Kelola Limbah Jadi Sejuta Manfaat

0

UNAAHA.SULTRAHEADLINE.COM. Menjawab keluhan warga Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), soal limbah pabrik milik PT Utama Agrindo Mas (UAM) yang menghasilkan bau tidak sedap. Wakil Bupati (Wabup) Gusli Topan Sabara melakukan kunjungan ke pabrik yang berada di Desa Wowalahumbuti, pada Kamis (08/04/2021) kemarin.

Kunjungan pasangan Kery Saiful Konggoasa itu turut didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Konawe, Jahiuddin dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Syahrudin. Kedatangan mereka disambut langsung Mill Manager PT UAM, Wasito, para staf dan karyawannya.

Sebelum berbincang dengan pihak perusahaan, Wabup bersama rombongan terlebih dahulu berkeliling pabrik untuk melihat proses pengolahan sawit, hingga mengecek langsung limbah pabrik yang sebagaimana dikeluhkan warga sekitar.

Usai berkeliling, Gusli mengaku sangat mengapresiasi keberadaan PT UAM di Konawe. Selain sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Konawe, pihak perusahaan juga telah membuka lapangan kerja, karena mayoritas karyawannya merupakan tenaga kerja lokal (TKL).

Dikatakan Gusli, pengembangan perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu program prioritas pertanian, sekaligus guna membuka peluang usaha di daerah bagi masyarakat.

Kata dia, pertumbuhan penduduk harus diiringi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Pemerintah telah mengembangkan program pertanian dalam arti luas guna membuka kesempatan usaha bagi masyarakat. Salah satunya usaha perkebunan sawit.

“Sawit ini sangatlah penting untuk mendukung perekonomian kita. Selain menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, perkebunan sawit berefek pada terciptanya lapangan kerja yang besar untuk mengurangi jumlah pengangguran,” katanya.

Jadi dengan kehadiran perkebunan sawit ini diharapkan agar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat yang berimbas pada penurunan kemiskinan dan pengangguran di daerah Konawe,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Wabup Konawe dari pihak perusahaan, sejauh ini PT UAM telah mempekerjakan sekitar 150 karyawan yang merupakan warga Konawe. Belum lagi tenaga outsourcing yang bekerja harian yang berjumlah 200 orang.

“Infonya ada sekitar 350 TKL yang bekerja disini, jika mereka menghidupi istri dan dua anaknya. Jadi, jika dikalkulasikan maka total jiwa yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini mencapai 1.400 jiwa. Inilah yang sangat kita apresiasi, karena PT UAM telah berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga Konawe dengan membuka lapangan kerja bagi ratusan orang,” terangnya.

BACA JUGA :  Polres Konawe Latih Dua Bupati Ini Menembak Pakai Repolver

Terkait keluhan warga masalah bau limbah, dirinya telah menginstruksikan dinas terkait dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendampingi pihak perusahaan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Khususnya dalam membangun tiga kolam tambahan penampungan limbah pabrik.

Dijelaskannya, setiap pabrik pengolahan kelapa sawit
kerap menghasilkan limbah, sehingga hal ini
merupakan salah satu masalah terbesar industri kelapa sawit karena berpotensi
menyebabkan polusi lingkungan, namun permasalahan seperti ini bisa dicarikan solusinya, dengan cara memanfaatkan limbah tersebut menjadi sejuta manfaat.

Menurutnya, pengelolaan dan pemanfaatan limbah industri sudah seharusnya dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap aspek kehidupan masyarakat.

“Pengelolaan limbah industri sawit harus kita maksimalkan, sebisa mungkin kita bersama-sama mengurangi pencemaran lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu solusi, kata dia, agar limbah sawit bisa bermanfaat untuk masyarakat, maka limbah ini harus bisa dimanfaatkan sebagai pupuk non kimia. Potensi ini merupakan peluang yang harus dikembangkan guna mencukupi kebutuhan pupuk di Kabupaten Konawe.

Untuk rencana tersebut, mantan Ketua DPRD Konawe itu telah merekomendasikan Dinas TPHP untuk segera bekerja sama dengan PT UAM dalam rangka mengelola limbah pabrik menjadi pupuk organik.

“Kita ingin nanti ada kerja sama antara PT UAM dengan Pemkab Konawe dalam hal pengelolaan limbah pabrik ini, agar bisa menghasilkan pupuk organik yang nantinya bisa dipakai untuk pertanian organik,” ujarnya.

Kerja sama antara kedua belah pihak merupakan solusi terbaik, agar para investor yang menanamkan sahamnya di Konawe merasa nyaman, masyarakat juga yang berada di area pabrik bisa hidup nyaman, sehingga tidak ada lagi kendala yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat. Pihak perusahaan bisa beraktivitas tanpa kendala begitu juga warga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. (Adv.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here