banner 728x250

Cegah Covid, Bupati Tindak Tegas Masyarakat Masuk Konut

Bupati Konut, Ruksamin saat turun langsung mengantar logistik pencegahan covid 19 di Konut. Foto.Doc.SH.
banner 120x600
banner 468x60
Bupati Konut, Ruksamin bersama TNI-Polri setempat saat turun langsung mengantar logistik pencegahan covid 19 di Konut. Foto.Doc.SH.

WANGGUDU. Sultraheadline.com. Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin mengatakan, akan tegas menjemput paksa bagi warga dari luar Konut yang masuk di wilayahnya. Pasalnya saat ini Konut sedang membatasi mobilisasi masyarakat luar dalam rangka memutus mata rantai virus corona di daerahnya.

“Kalau ada yang masuk warga dari luar di Konut. Saya akan perintahkan jemput paksa menggunakan mobil ambulance dan mengisolasinya di ruang infeksius isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konut,” papar Bupati Konut Ruksamin melalui pesan suara yang dikirim melalui via Whats App kepada wartawan Sultraheadline.com, Jumat (24/4/2020).

banner 325x300

Ia mengaku, sebenarnya kebijakan ini bukan untuk mengisolasi daerah Konut dari masyarakat luar secara terus menerus. Melainkan hanya terjadi di masa pandemi covid 19 ini. Sebagai langkah konkret pemerintah untuk melindungi masyarakatnya dari menularnya virus mematikan ini.

“Puncak mudik itu biasanya terjadi di bulan suci ramadhan ini sampai dengan menjelang hari raya idul fitri mendatang. Itu sudah menjadi tradisi arus mudik yang kerap meningkat baik dari dalam maupun luar daerah dari tahun-tahun sebelumnya ,” terangnya.

Mengenai hal itu, kata dia, Pemkab Konut akan memperketat pengawasan , pengawalan, peringatan dan tindakan tegas dalam rangka mencegah masuknya covid 19 itu di daerah bumi Konut.

Selain itu, ia mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh camat untuk turun melakukan sosialisasi tentang adanya kebijakan ini.

“Kepada seluruh camat, saya tegaskan bahwa mulai memantau mobilisasi masyarakat di sekitarnya. Jika ada warga dari luar daerah Konut masuk segera disuruh balik kembali di daerah asalnya,” jelasnya.

“Dan kalau yang bersangkutan bersikukuh tidak mau, maka cepat lopor ke saya (bupati). Minta alamatnya di mana kita jemput pakai mobil ambulance dengan tim hasmed untuk selanjutnya kita kurung di ruang infeksius RSUD Konut,” katanya.

Ruksamin berpendapat, saat ini Konut berada di lingkaran daerah yang telah terdampak virus corona seperti, Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng), Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

Dan dengan situasi ini menjadi ancaman bagi masyarakat di Konut . Sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ekstra ketat.

“Kami (Pemkab) bersama Polres Konut, TNI, Kejari Konawe dan tim relawan lainnya berjuang dan bekerja siang malam untuk melindungi daerah dan masyarakat dari virus corona. Jangan karena hal sepeleh, justru upaya kami ini menjadi sia-sia.serta menimbulkan korban,” paparnya.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini merupakan tindakan nyata untuk mencegah penyebaran covid 19 ini menularkan masyarakat Konut. Dan Pemerintah akan terus bekerja ekstra untuk masyarakat sampai situasi ini benar-benar dianggap aman.

“Yang kami harapkan seluruh masyarakat Konut bisa memahami ini. Karena semua yang kita lakukan adalah untuk keselamatan masyarakat Konut pada umumnya,” terangnya.

“Dan salah satu bukti keseriusan kita. Semua tempat wisata di Konut sudah kami tutup. Tempat wisata ini menjadi salah satu prioritas .karena lokasi ini banyak dikunjungi baik dari masyarakat luar maupun dari dalam Konut itu sendiri,” tutupnya. (Ruslin)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.